Wednesday, 23 May 2012
Bangkit Tani » Majalahnya Para Pemulia Dunia Pertanian

Tingkatkan Isoflavon, Naikan Kelas Kedelai Lokal

Minggu, 15 November 2009, 22:26

Kedelai, tidak hanya dikenal berprotein tinggi. Lebih dari itu kedelai juga memiliki kandungan isoflavon sebagai antioksidan dan antikanker. Sejumlah peneliti di tanah air pun siap mengeluarkan varietas kedelai dengan kan­du­ng­an isoflavon cukup tinggi.

Dr. M. Muchlish Adie, MS

(Kabid Kerjasama dan Pandayagunaan Hasil Penelitian Pemulia Kedelai)

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

tingkatkanflavonKedelai dan tempe merupakan contoh sumber protein nabati yang dikenal masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan. Selain kandungan protein yang tinggi, kedelai dan tempe memiliki potensi lain yaitu isoflavon. Keistimewaan isoflavon yang telah diketahui sampai saat ini ialah kemampuan sebagai antioksidan dan antikanker.

Lantaran itulah, wajar jika kedelai kini termasuk dalam jenis functional food yang digemari oleh banyak orang di dunia. Bahkan disejumlah negara maju, kedelai sudah dikelola untuk bahan baku berbagai industri seperti kosmetik dan farmasi.

Ragam kandungan isoflavon pada kedelai selain ditentukan oleh faktor lingkungan juga beragam antar varietas kedelai. Genotype  kedelai asal Brasilia, yaitu BRM95-50570  memiliki kandungan  isoflavon cukup tinggi yaitu 290 mg/100 g biji  kedelai.

Hasil  identifikasi yang dilakukan di Cina juga  memperoleh  tiga kedelai  de­ngan kandungan isoflavon antara 548 hingga 656  mg/100 g biji kedelai.  Isoflavon pada kedelai merupakan sifat yang diwariskan  dan keberadaanya dikendalikan oleh gen-gen sederhana  yang bersifat resesif.

Peningkatn isoflavon pada kedelai di Indonesia sangat  penting. Genotype IAC 100 (asal Brasilia) juga memiliki kandu­ng­an isoflavon 447,5 mg/100 g biji, dan genotype tersebut tersedia di Indonesia.

“Jika gen IAC 100 pada kedelai asal Brasil juga terdapat pada kedelai di Indonesia, kenapa tidak kita ciptakan varietas baru yang memiliki isoflavon yang mendekati. Apalagi zat tersebut begitu penting guna mencegah penyakit kanker sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia,” jelas M. Muchlish Adie, Ka. Bid Kerjasama & Pendayagunaan hasil penelitian dan Pemulia Kedelai dari Balai Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Departemen Pertanian Republik Indonesia.

Kedelai sebagai bahan makanan sehat, juga didukung oleh pernyataan FDA (Food and Drug Administration) tahun 2000, dengan cara melakukan pelabelan pada produk olahan asal kedelai, yang berisi pernyataan bahwa konsumsi 25 g protein kedelai per hari, efektif untuk mengurangi resiko penyakit kardiovaskular.

Strategi peningkatan isoflavon pada kedelai di Indonesia, akan diawali  dengan mengidentifikasi kedelai yang ada di plasmanutfah dan selanjutnya direkombinasikan dengan  kedelai  berdaya hasil tinggi sehingga sesuai dengan peruntukannya untuk bahan pangan maupun industri.

Peruntukan  biji  kedelai  di Indonesia  saat ini  digunakan sebagai bahan baku tempe dan tahu.  Kedua olahan tersebut memerlukan ukuran biji kedelai yang berlainan.  Industri tahu umumnya menghendaki kedelai berukuran biji sedang, sebaliknya industri tempe lebih menekankan pada penggunaan kedelai berbiji besar.tabel3

“Karenanya strategi  perbaikan untuk  peningkatan  isoflavon  pada kedelai  di  Indonesia  dapat diarahkan pada perbaikan kedelai berbiji besar (Argomulyo, Burangrang, Brono, Mahameru dan Anjasmoro) dan kedelai berbiji  sedang (Wilis, Kaba, Sinabung dan sebagainya),” tambah Muchlis.

Saat ini pengembangan varietas kedelai dengan isoflavon mendekati 200 mg/ 100 g biji sudah memasuki tahap multilokasi. Syarat terakhir untuk dapat mengeluarkan varietas kedelai terbaru. Dengan begitu pemanfaatannya kelak dapat diserap oleh sektor industri lain diluar pemakaiannya sebagai bahan pangan. (Azis)

Anda dapat memberi komentar untuk artikel ini.

1 tanggapan untuk artikel “Tingkatkan Isoflavon, Naikan Kelas Kedelai Lokal”

  1. avatar

    Elfi Anis Saati menulis pada Minggu, 20 Maret 2011, 10:26

    Ya, saya sangat setuju dengan upaya pemberdayaan kedelai lokal tsb. Saya juga sedang berupaya meningkatkan profil isoflavon olahan kedelai (susu kedelai) agar digemari masyarakat karena kaya antioksidan (anti kanker, anti tumor dll), juga penggunaan essens alami (panili, kayu manis, cengkeh, jahe dll) yang kaya polifenol juga. Good luck. Kalau saya/kami butuh bahan baku tsb ,ohon dibantu ya Pak (Kabid Kerjasama dan Pandayagunaan Hasil Penelitian Pemulia Kedelai)

Tulis Komentar Anda