Tuesday, 22 May 2012
Bangkit Tani » Majalahnya Para Pemulia Dunia Pertanian

Lahan di Negeri Ini Kritis, Mendesak Butuh Pupuk Bio-Organik

Rabu, 25 Januari 2012, 3:58

pak-wayan

Sekarang baru kita sadari setelah puluhan tahun negeri ini nyaris hanya memakai pupuk NPK sintetik dan pestisida sintetik, tanpa memperhatikan keseimbangan ekosistem pertanian yang sebenarnya. Akibatnya kadar C-organik menjadi kurang dari 1% padahal idealnya harus di atas 3%, begitu juga multi mikroba non pathogen tidak bisa berbiak maksimal di lahan pertanian, bahkan sangat-sangat miskin populasinya. Kondisi ini memberikan manifestasi munculnya penyakit-penyakit yang resisten terhadap pestisida sintetik, berbagai macam tanaman kerdil bahkan yang nampak matapun seperti tanah keras tanpa mampu lagi menahan air dan udara. Seolah menantang kita agar lebih inovatif berbasis bio organik.

Begitu juga dengan kondisi rendahnya proporsi kadar organik di pangan hasil pertanian kita mutlak menjadi perhatian serius demi kesehatan generasi mendatang dan memanfatkan peluang pangsa pasar dunia yang terbuka luas, contohnya negara tetangga Singapura mengklaim membutuhkan hasil pertanian dari negeri ini yang murni organik rutin 0,5 juta ton/hari. Ini peluang emas bagi petani anak negeri ini yang peduli pertanian bio organik murni. Itulah pentingnya berbagai penggunaan pupuk berbasis bio-organik yaitu pupuk organik yang diperkaya oleh mikroba, bukan sekedar pupuk organik biasa atau pupuk hayati biasa.

Penting untuk kita sadari dan pahami bahwa pupuk bio-organik parameter ukurnya mengandung C-Organik dan multi mikroba non pathogen yang sinergis dengan tujuan pertanian. Berbagai macam fungsi dan manfaat dari pupuk bio-organik. C-Organik merupakan hasil uraian dari daur ulang bahan-bahan organik contohnya limbah ternak dan pertanian lainnya. C-Organik berfungsi memberikan nutrient yang penting untuk pertumbuhan tanaman (Leu, 2007), memperbaiki struktur dan memantapkan agregat tanah (Yulnafatmawita, 2004), sebagai substrat/makanan bagi mikro-organisme (Rao, 1994), dan indikator kesuburan tanah (Foth, 1998), nyawanya tanah (Prof. Iswandi Anas, IPB).

Adapun menurut Peraturan Menteri Pertanian No. 28/Permentan/SR.130/5/2009 tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah, multi mikroba yang terkandung didalamnya bermanfaat untuk : 1) Menambat Nitrogen dari udara bebas yang memiliki kandungan 79%, padahal semua tanaman mutlak butuh Nitrogen dalam jumlah besar. 2) Melarutkan Phospat dan Kalium padahal karakter tanah pertanian kita kaya P dan K ditambah akumulasi dari pemupukan TSP dan KCl yang selama ini termanfaatkan hanya 30% sisanya harus kita nikmati. 3) Menambah bahan organik, padahal tanah kita sedang sangat haus akan bahan organik guna meningkatkan C-Organik tentu perlu disuplai pupuk yang mengandung kadar C-Organik tinggi dan mikroba perombaknya. 4) Penghasil fitohormon/ zat perangsang tumbuh organik yang secara alami disekresikan oleh mikroba dan jasadnya mikroba yang mati, fitohormon sangat dibutuhkan tanaman guna mendongkrak hasil usaha tani. 5) Sebagai biopestisida, karena mampu menghambat tumbuh kembangnya mikroorganisme pathogen melalui kompetisi hidup dan sekresi yang meracuninya. 6) Mengakumulasi logam berat sehingga kadar logam berat bisa direduksi, padahal logam berat dalam jumlah banyak berdampak tidak baik bagi tanaman dan sangat buruk bagi kesehatan manusia. 7) Menghasilkan antibodi bagi tanaman sehingga lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit.

Adapun mikroba yang berfungsi menambat Nitrogen yaitu Azospirillum sp., Azotobacter sp., dan Rhizobium sp. (Rao, 1994), yang memiliki kemampuan tinggi dalam melarutkan Phospat dan Kalium yaitu Pseudomonas sp. dan Bacillus sp. (Rodriquez dan Fraga, 1999). Selain itu, beberapa mikroba juga menghasilkan fitohormon Auksin seperti Azotobacter sp., Pseudomonas sp., dan Bacillus sp., (Torres-Rubio et al., 2000; Leveau dan Lindow, 2005), bahkan Azospirillum sp. mampu menghasilkan Auksin, Sitokinin, dan Giberellin (Oda dan Venderleyden, 2000). Bahkan Bacillus sp. berperan penting sebagai imunomodulator (Conway dan Wang, 2000; Isolauri et al., 2001) dan penghasil zat anti biotik (Rao, 1994). Mikroba juga bertindak sebagai biopestisida, Bacillus sp. dan Pseudomonas sp mampu mengendalikan penyakit layu fusarium (Hatta, 2009) dan penyakit antraknosa pada tanaman cabai (Triharso, 2004).

Akan jauh lebih bijak rasional lagi jika diaplikasikan secara sinergis dengan multihormon, karena kondisi di lapangan memberikan gejala yang signifikan terjadi proses pengkerdilan karena kekurangan multihormon berbagai tanaman yang berujung pada indeks produktivitas tanaman per satuan luas yang semakin menurun. Ini sungguh tanpa disadari memberikan dampak psikologis tersendiri bagi kaum petani khususnya kelompok petani kecil, sehingga mendesak untuk disosialisasikan. Menurut fungsinya, hormon Auksin berpengaruh luas terhadap pertumbuhan, merangsang dan mempercepat pertumbuhan akar, batang, dan pertumbuhan tunas (George dan Sherington, 1984), Sitokinin mendorong pembelahan (sitokinesis), meningkatkan jumlah dan ukuran daun, menunda penuaan daun, bunga, dan buah (Campbell et al., 2002), Giberellin berperan penting dalam proses perkecambahan, karena dapat mengaktifkan reaksi enzimatik di dalam benih (Wilkins, 1989), Asam Absisat/ ABA merupakan sinyal internal utama yang memungkinkan tumbuhan untuk menahan kekeringan (Campbell et al.,2002), Etilena aktif dalam pematangan, juga dapat merangsang pemasakan klimakterik (Burg dan Burg, 1962), merangsang pembungaan secara serempak (Raven, 1992), dan Asam Traumalin memacu percepatan proses penyembuhan luka pada tumbuhan (Campbell et al., 2002), misal setelah pemangkasan, pemetikan, dan gigitan hama.

Pasti kita sedang sangat merindukan kesuburan lahan pertanian seperti dulu, banyaknya berbagai kehidupan di lahan pertanian yang kehidupannya justru memberikan simbiotik mutualisme dengan kepentingan pertanian bernuansa manusiawi. Lingkungan pertanian lestari, peran para petani lebih berarti, hasil pertanian tidak lagi mudah basi karena sudah diperkaya bahan bio-organik dan jauh lebih penting lagi kesehatan sesama manusia akan jadi keniscayaan kita. Dengan sabar niscaya subur, dengan hati niscaya diperhatikan.

Penulis :

Wayan Supadno/ Hp. 0811 763 161/ www.bangkittani.com

Kabid. Litjianbang MAPORINA (Masyarakat Pertanian Organik Indonesia)

Formulator ORGANOX, Bio-EXTRIM, dan ZPT HORMAX

Anda dapat memberi komentar untuk artikel ini.

Tulis Komentar Anda