Monday, 28 July 2014
Bangkit Tani » Majalahnya Para Pemulia Dunia Pertanian

SINGKONG 90 TON/HA

Kamis, 26 April 2012, 13:42

radar-lampung-25-april-2012

Kebutuhan singkong dunia akan melonjak tajam karena semakin banyak produk turunannya, begitu juga di Indonesia apalagi sejak dibatasi impor terigu. Kondisi ini pasti akan mendongkrak harga singkong ke depan.

Singkong sumber hidup keluarga petani, singkong sudah sangat baik dengan petani, tapi sayang petani “belum” baik dengan singkong, memang singkong rakus 16 unsur hara dan multi hormon, tapi yang diberi petani selama ini hanya 3 unsur hara saja yakni NPK yaitu N (Urea), Phospat (SP-36), Kalium (KCl) saja, di mana bijak rasionalnya??? Makanya kebutuhan pupuk naik terus tiap musim dalam luasan yang sama sebaliknya produksi per hektar cenderung menurun. Bahkan justru diberi pupuk kandang tanpa fermentasi sempurna (belum matang) yang menjadi “sumber malapetaka yaitu penyakit tular tanah jamur upas” yang dampaknya sangat fatal jangka panjang. Kesimpulannya, untuk mendongkrak hasil dan lahan lestari jangka panjang singkong mutlak butuh pupuk hayati organik (Bio-EXTRIM dan ORGANOX) plus multi hormon (HORMAX) yang mengandung 16 unsur hara dan multi hormon.

Prinsip kerjanya meliputi :

1. Perbesar peluang keluar akar = lukai bibit segar di beberapa titik ruas bibit yang akan ditimbun tanah.

2. Perbanyak akar dan tunas = Auksin yang terkandung dalam ZPT HORMAX

3. Sajikan makanan super mewah jangka panjang = multimikroba yang terkandung dalam Bio-EXTRIM Granul dan ORGANOX

4. Ledakkan ukuran umbi melalui proses sitokinesis poliploidi = Sitokinin, Giberelin, Kholkisin dalam ZPT HORMAX.

5. Musim kemarau tetap survive dan aktif dalam pembesaran umbi = Asam Absisat dalam ZPT HORMAX.

Prosedur/ cara aplikasinya :

1. Potong bibit singkong 25 cm, gergaji/lukai  beberapa titik di bagian pangkal bibit yang akan terbenam tanah.

2. Rendam total bibit singkong sebelum tanam ke larutan 25 liter air yang diaduk rata dengan 0,5 liter ZPT HORMAX

dan 1 liter ORGANOX  selama 30 menit .

3. Tanam dengan jarak 1 m x 1 m, timbun  dengan Bio EXTRIM Granul 2 ton/ha, pelihara 2 tunas paling bawah saja.

4. Umur 14 hari, bumbun /urug agar akar bertingkat-tingkat, semprot/kocor rembes di batang agar akar pasti banyak

dosis 5 tutup HORMAX + 20 tutup ORGANOX,  ulangi tiap 2 bulan.

5. Masa EMAS singkong = umur 14 hari pertama saat pertumbuhan akar. Jika akar sudah banyak jangan

ragu BOM Bio-EXTRIM Granul, ORGANOX agar di atas 100 ton/ha. Penting evaluasi cabut acak, lalu tanam

ulang, lihat  akar  saat umur maksimal 20 hari.

6.  Pemberian NPK 1,5 kuintal/ha pada umur 2 bulan setelah tanam.

7. Penyemprotan herbisida pembasmi gulma dilakukan 3 hari sebelum penanaman dan penyemprotan ORGANOX &

HORMAX.

8. Brantas  jamur upas /leles : semprot batang dan akar dengan 20 tutup ORGANOX + 20 tutup Bio-EXTRIM +

10 sendok makan susu bubuk / tangki 14 liter tiap 10 hari sekali 3x aplikasi, selanjutnya seperti biasa.

Aplikasi ORGANOX semakin pekat semakin baik untuk besarkan umbi. Disarankan cek lokasi/ belajar kepada petani berpengalaman berikut ini : Bpk. Iwan (085279725572) di Lamptim, Bpk. Purwanto (085381184999) di Lampura, Bpk. Karyadi (085279643464) di Lampteng, Bpk. Gusti (08127246829) di Lampteng, Bpk. Agus (085383745437) di Pesawaran, Bpk. Darmanto (087712063418) di Tulang Bawang Barat, Bpk. Paulus (085279794477) di Way Kanan, Bpk. Muawali (085279306395) di Lamtim.

Teknologi WS ini berlaku untuk semua varietas juga cocok untuk tanaman umbi lainnya seperti bawang merah, kentang, ubi jalar, wortel, dll. “Saksikan Demplot di Agen Terdekat”

Kebutuhan target 90 ton/ha

  • Bio EXTRIM Granul 2 ton/ha
  • ZPT HORMAX 7 liter/ha
  • ORGANOX 20 liter/ha
  • NPK 1.5 kuintal/ha

copy-of-all-product-bja

Jika maksimal investasi Rp. 15 juta/ha, hasil singkong 90 ton/ha umur 10 bulan. Maka biaya produksi = Rp 15 juta : 90 ton = Rp. 167/kg. Padahal harga singkong Rp. 1.000/kg. Apakah masih mahal ??? Bandingkan dengan cara lainnya.

Anda dapat memberi komentar untuk artikel ini.

Tulis Komentar Anda