Sunday, 20 April 2014
Bangkit Tani » Majalahnya Para Pemulia Dunia Pertanian

Sebuah Pengalaman Sukses Bertani Cabai di Musim Hujan

Selasa, 18 Januari 2011, 15:44

Oleh : *Wayan Supadno (0811763161)

*Formulator Pupuk Bio Organik Merk ORGANOX, ZPT Organik Merk HORMAX, dan 14 Merk Dagang
Pupuk Hayati lainnya

cabeCabai merupakan sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Sun et al. (2007) melaporkan bahwa cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Cabai kelompok tanaman hortikultura yang rentan dengan segala macam hambatan, terutama di musim hujan, misal serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, di lapangan dibutuhkan kecerdasan dan keterampilan khusus tentang budidaya cabai. Selain itu, penting juga untuk menguasai manajemen lapangan, seperti pengaturan drainase, pH (tingkat keasaman) dan kualitas tanah. Virus, menjadi ancaman paling serius bagi tanaman cabai, dibutuhkan tindakan preventif dan profilaksis sedini mungkin, bukan terapi, karena virus belum ada obatnya, yang paling ideal adalah membentuk kondisi imunitas pada cabai.

Dari pengalaman penulis menanam cabai di Desa Sukadamai, Jonggol, Bogor, berbagai penyakit bisa terkendali dengan baik, daun keriting pun bisa dikendalikan dengan hormon/ ZPT, bahkan bisa panen sebanyak 19 kali dalam luasan ± 0.5 Ha dengan populasi tanaman ± 7000 pohon yang ditumpangsarikan dengan jabon. Hasilnya sangat memuaskan, dan inilah nikmatnya menjadi petani. Berikut penulis bagikan pengalaman/ kiat bertani cabai :

A. Persiapan Lahan

1. Siapkan lahan dengan antisipasi kebutuhan air rutin terinterval, pH tanah netral.

2. Olah lahan dengan memberikan pupuk kandang pasca fermentasi sebanyak 2 ton/ha, diperkaya dengan pupuk organik cair dengan kadar C-organik tinggi sebagai media pembiakan mikroba yang sinergis dengan cabai.

3. Perkaya dengan bakteri penambat N, penghasil hormon (ZPT), contohnya Azospirillum sp., Azotobacter sp., dll.

4. Perkaya dengan bakteri pelarut P & K serta bakteri peningkat antibodi tanaman dan biopestisida seperti Bacillus isp., Pseudomonas sp., dll.

B. Persemaian

1. Rendam benih dengan ZPT organik/ pupuk hayati dengan dosis 20 ml/ liter air selama 1 malam.

2. Semprot kabut di daun dengan ZPT organik/ hormon pada pagi/ sore hari saat stomata daun membuka, berikan dengan dosis rendah (2 ml/liter air) setiap minggu sekali.

3. Bibit siap tanam/ pindah lapang pada 20 hari setelah semai.

C. Pemeliharaan dan Pasca Panen

1. Untuk pemeliharaan, siram/kocor pupuk hayati pada perakaran tanaman setiap 2 minggu sekali dengan dosis 10 ml/ liter air.

2. Semprot kabut dengan tepat dosis ZPT Organik/ hormon yang mengandung sitokinin, auksin, giberellin (pemacu percepatan vegetatif), etilena (perangsang bunga), asam absisat (pencegah dehidrasi), dan asam traumalin (pemacu percepatan penyembuhan luka), dimulai pada umur 10 hari setelah tanam, setiap 2 minggu sekali.

3. Setiap pasca panen, semprot kabut pada pagi/ sore hari ketika stomata daun membuka dengan ZPT organik dosis 3 ml/ liter air. Hal ini bermanfaat untuk memperpanjang umur panen dan meningkatkan volume panen, karena ZPT organik yang mengandung asam traumalin dapat mempercepat penyembuhan luka bekas petik, serta mengandung etilena untuk merangsang keluarnya bunga lagi secara serempak.

Karena cabai mutlak dikonsumsi oleh sesama, hendaknya menggunakan sarana pertanian yang murni organik atau jumlah input kimia sintetis yang diminimalkan. “Nikmatnya nikmat jika ancaman berubah menjadi peluang.”

Anda dapat memberi komentar untuk artikel ini.

5 tanggapan untuk artikel “Sebuah Pengalaman Sukses Bertani Cabai di Musim Hujan”

  1. avatar

    sugiono menulis pada Rabu, 16 Februari 2011, 0:46

    Saya tanam cabai di polybag sudah buah cukup lebat, tiba-tiba pagi harinya layu karena kulit batang busuk, mohon cara mengatasinya

  2. avatar

    nurkhosin menulis pada Selasa, 15 Maret 2011, 8:56

    kepada pa supadmo .kapan di adakan pelatihan atau diklat pertanian yang melibatkan dosen dari IPB bogor? kalau ada mohon hubungi saya di nomor 08999898905/02183618220

  3. avatar

    sarjono menulis pada Selasa, 22 Maret 2011, 8:49

    Tolong Analisa Usahataninya pak, trims

  4. avatar

    Alvon menulis pada Jumat, 1 April 2011, 1:31

    mo nanya nich pak gimana ya caranya bli pupuk bapa di daerah kami nga ada yang jual di tapanuli utara

  5. avatar

    Sharly Maryadi menulis pada Jumat, 10 Juni 2011, 23:04

    bagaimana klo kita budidaya cabai di daerah yang cuacanya
    panas?apakah sama dengan di bogor yang cuacanya dingin?

Tulis Komentar Anda