Tuesday, 22 May 2012
Bangkit Tani » Majalahnya Para Pemulia Dunia Pertanian

Saatnya Memainkan Momentum

Selasa, 17 November 2009, 11:29

gdmpr1Sampai dengan detik ini saya merasa bersalah dengan diri saya sendiri dan kepada anak-anak saya, hingga akhirnya bagai sesal lekat sepanjang hayat. Pada waktu itu anak-anak masih kecil mereka sering mengajak rekreasi sekedar jalan-jalan ke mal atau plaza bersama segenap keluarga tapi karena waktu itu begitu sibuknya sehingga kadang permintaannya tidak bisa saya penuhi semua. Sekarang ketika mereka sudah mulai besar ganti saya yang sering mengajak justru ganti mereka tidak lagi mau karena saatnya tidak tepat lagi karena sudah dengan teman-temannya, saya tidak bisa lagi mendominasi. Inilah saya bagai tidak bisa mengelola momentum.

Dalam sebuah buku yang pernah saya baca dengan judul Memanfaatkan Strategi Jendral Sun Su untuk Pemasaran tertulis “Jika Anda menjadi perwira diperintah untuk menjadi Komandan Upacara sesungguhnya anda sedang mendapat kehormatan karena kepercayaan, manfaatkanlah momentum tersebut secerdas mungkin. Segala aba-aba perintahmu adalah keputusan yang wajib dipatuhi oleh seluruh pasukan upacara dan setiap gerak langkahmu menjadi pusat perhatian. Maka tunjukkan sikap gerak langkah yang patut diteladani agar menjadi kenangan terindah olehmu dan seluruh pasukan yang anda pimpin”. Itulah kesempatan emas untuk memasarkan aslinya kualitas dirimu.

Dalam falsafah budaya Jawa ada proses pengajaran berupa peribahasa “Ajine rogo soko busono ning ajine diri soko lati” yang memiliki arti “Bernilainya sebuah badan datangnya dari sandang jabatannya tetapi bernilainya sebuah harga diri datangnya dari lidahnya sendiri”. Petuah ini memberi makna sangat lembut namun mendalam. Maksud dan tujuannya agar kita menyadari bahwa memuliakan sebuah badan sesungguhnya sulit namun lebih sulit lagi ketika memuliakan sebuah harga diri karena datangnya dari lidah yang tak bertulang. Tentu konsekuensinya harus bisa mengendalikan sang lidah jika sudah terucap hendaknya dipertanggungjawabkan.

“Carilah Aku di tengah-tengah orang kecil, karena kalian diberi rejeki dan di tolong melalui orang-orang kecil di antara kalian” Nabi Muhammad SAW, Kanz al-Ummal; 6048.

Dari kutipan-kutipan tersebut di atas bisa kita jadikan media tumbuh suburnya sebuah proses berperan penting ketika mengemban amanah agar semua berjalan sesuai harapan. Sungguh kami kaum petani telah mempercayai maka kami memihak dan memilih dengan harapan janji-janji yang memuliakan kaum petani terwujud dengan memanfaatkan momentum sebaik mungkin. Diam adalah emas, bicara adalah perak, tetapi bicara saat yang tepat dan pas adalah berlian. Kita tinggal memilih mau jadi yang mana? (**)

Oleh :

Wayan Supadno | 0811763161

(wayansupadno@yahoo.com)

Anda dapat memberi komentar untuk artikel ini.

2 tanggapan untuk artikel “Saatnya Memainkan Momentum”

  1. avatar

    BaNi MusTajaB menulis pada Minggu, 22 November 2009, 6:22

    renungan yang menarik…

  2. avatar

    waluyo menulis pada Kamis, 26 November 2009, 11:34

    permasalahan mendasar yang sering terlupakan dan terlewatkan ……..pas buat bahan renungan tuk terus maju ……

Tulis Komentar Anda