Sunday, 20 April 2014
Bangkit Tani » Majalahnya Para Pemulia Dunia Pertanian

Mengapa Harus Memakai Pupuk Hayati?

Selasa, 23 Maret 2010, 14:33

formulator3Setelah puluhan tahun kita semua baru terhenyak, pemakaian pupuk kimia sintetis berdampak sistemik terhadap semua segi kehidupan, terutama bidang pertanian. Dibutuhkan evaluasi dan kajian yang mendalam sehingga mampu menyentuh pada hakikat pertanian yang lebih manusiawi.

Tanaman tidak hanya membutuhkan NPK, tapi mutlak membutuhkan 16 unsur makro dan mikro, fitohormon juga pestisida hayati/alami. Kenyataan di lapangan berbeda, mayoritas petani memaksakan kehendak” dengan cara meningkatkan suplai NPK saja tanpa memperhatikan ”Neraca Hara” dan faktor-faktor penentu lainnya. Semua tak lain kecuali untuk mengejar produksi.

Akibatnya, kebutuhan pupuk dalam luas yang sama semakin meningkat tajam, di tanah kandungan mikroba penambat N dan pelarut P serta K nyaris tiada lagi. Kandungan C-Organik di tanah intensifikasi pertanian menurun drastis. Di pulau Jawa hanya tinggal di bawah 1% saja. Idealnya harus lebih dari 3%. Lahan pertanian kita sakit kronis, komplikatif.

Jika kita berupaya untuk menyehatkan kembali di posisi ideal C-Organik, dibutuhkan pupuk organik yang terfermentasi dengan baik. Kadar C-Organiknya yang tinggi. Hal ini berarti dibutuhkan volume kubikasi atau tonase yang sangat besar jumlahnya.

Untuk memenuhi kebutuhan NPK guna menekan tonase pupuk organik tetapi tetap upaya organik maka dibutuhkan pupuk hayati.

Pupuk Hayati dan Percepatan Penyehatan Lahan

Pertanyaannya, kenapa pupuk hayati? Pupuk bisa sebagai penambat Nitrogen, pelarut Phospat dan Kalium. Pupuk hayati mampu menambat Nitrogen yang berlimpah ruah di alam bebas mencapai 79%.

Pupuk hayati mampu melarutkan Phospat dan Kalium yang sangat berlimpah ruah di lahan. Asal tahu saja, pada dasarnya tanah pertanian kita kaya akan P tapi tidak bisa termanfaatkan oleh tanaman. Kekayaan P dan K tersebut secara alami memang karakter tanah di indonesia dan ditambah lagi berasal dari sisa yang selama ini disuplai oleh pupuk kimia sintetis pada saat pemupukan. Sekedar informasi, dari total keseluruhan yang diberikan pupuk kimia ke tanah, P dan K hanya termanfaatkan oleh tanaman sekitar 30% saja dari total kandungannya. Selebihnya menjadi cadangan deposit kita.

Dengan pupuk hayati, deposito P dan K mampu dilarutkan kembali oleh bakteri Pseudomonas, Bacillus dan lain-lain yang dikandungnya.

Lahan yang kronis akibat pemakaian pupuk kimia sintetis membutuhkan percepatan penyehatan. Maka sungguh sangat bijak jika kita memahami arti pupuk hayati yang mengandung bakteri seperti Azospirrilum, Azoctobacter, Rhizobium dan lain sebagainya.

Menurut Rodriquezz dan Fraga (1999) dari beberapa strain bakteri, ternyata genus Pseudomonas dan Bacillus mempunyai kemampuan yang tinggi dalam melarutkan phospat.

Lahan dikatakan sakit, juga diakibatkan oleh kurangnya Zat Perangsang Tumbuh/Fitohormon organik seperti Sitokinin (Kinetin dan Zeatin), Auksin (IAA), Giberrelin (GA), Ethilena dan sejenisnysa.

Zat-zat tersebut juga dipersembahkan oleh Pupuk Hayati. Bakteri Azospirrilum, Azoctobacter, Pseudomonas dan sejenisnya yang terkandung dalam pupuk hayati mampu menyediakan zat-zat tersebut secara optimal.

Ketersediaan fitohormon alami yang disekresikan oleh mikroba/ pupuk hayati nyaris tidak tersedia di lahan pertanian intensif. Kondisi ini tentu menghambat percepatan tumbuh maupun total produktivitas yang hendak dicapai oleh petani. Wajar jika kemudian untuk mengejar produktivitas sangat sulit, karena di negeri ini begitu minim pemakaian pupuk hayati.

Mikroba dan Pertumbuhan Tanaman

Berbagai hasil penelitian melaporkan bahwa beberapa kelompok mikroba mampu menghasilkan senyawa yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman. Sebagai contoh, bakteri Rhizobium yang terseleksi mampu menstimulasi pertumbuhan, baik pada tanaman leguminoceace (tanaman kacang-kacangan) maupun yang bukan Legumonoceace pada skala lapangan. Bakteri tersebut mampu memproduksi fitohormon yaitu sitokonin dan auksin (Hoflich, 1995).

Hasil penelitian yang lain menyebutkan bahwa Streptomyces griseoviridis juga mampu memproduksi auksin yaitu IAA (indol-3-acetic acid) secara in vitro. Metabolit ini dapat berperan sebagai stimulator pertumbuhan tanaman, tetapi pada skala lapangan produksi IAA perlu dikaji lebih lanjut (Tuomi et. al, 1940).

Salah satu anggota rhizobakteria dengan kemampuan menambat nitrogen baik sebagai mikroorganisme yang hidup bebas atau berasosiasi dengan perakaran tanaman pangan seperti jagung dan padi adalah Azospirillum (Dobereiner dan Day 1976). Azospirillum brasilense dapat memperbaiki produktivitas tanaman melalui penyediaan N2 atau melalui stimulasi hormon (Tien et al. 1979). Fallik dan Okon (1996) menyatakan bahwa Azospirillum mampu meningkatkan hasil panen tanaman pada berbagai jenis tanah dan iklim dan menurunkan kebutuhan pupuk nitrogen sampai 35%.

Di samping itu, Azospirillum dapat meningkatkan jumlah serabut akar padi (Gunarto et al. 1999), tinggi tanaman (Okon dan Kapulnik 1986), dan menambah konsentrasi fitohormon asam indol asetat (AIA) dan asam indol butirat (AIB) bebas di daerah perakaran (Fallik et. al. 1988).

Azotobacter yang diisolasi dari tanah masam Jawa Barat mempunyai kemampuan dalam penambatan nitrogen yang unggul (>400 mg/g b.k sel). Selain itu isolat Azotobacter juga mampu menghasilkan zat pengatur tumbuh, seperti Indol Asam Asetat (IAA) (Wedhastri, 1999). Sifat inilah yang menjelaskan pengaruh menguntungkan Azotobacter sehubungan dengan peran IAA dalam meningkatkan perkembangan dan pembelahan sel tanaman. IAA merangsang perkembangan akar dan memperbanyak bulu-bulu akar tanaman padi (Razie dan Anas, 2005).

Mikroba dan Biokontrol

Beberapa bakteri pelarut phospat juga berperan sebagai biokontrol yang dapat meningkatkan kesehatan akar dan pertumbuhan tanaman melalui proteksinya terhadap penyakit. Strain tertentu dari Pseudomonas sp. Dapat mencegah tanaman dari patogen fungi yang berasal dari tanah dan potensial sebagai agen biokontrol untuk digunakan secara komersial di rumah kaca maupun di lapangan (Arshad dan Frankenberger, 1993) Pengaruh mikroba pelarut phospat terhadap tanaman dari hasil penelitian menunjukan data yang menggembirakan.

Mungkin, perlu dipertimbangkan untuk memassifkan penggunaan pupuk hayati di kalangan petani dengan cara pemberian subsidi terhadap pemakaian pupuk hayati. Pemberian subsidi secara besar-besaran terhadap penggunaan pupuk hayati ini menjadi sangat penting untuk mengatasi multikompleksnya masalah-masalah pertanian tersebut.

Bukan sekedar memakai bakteri pengurai (Dekomposer) yang tujuannya untuk meningkatkan kadar C-Organiknya, tapi pupuk hayati menjadi kebutuhan mendasar untuk meningkatkan produktivitas lahan tanpa membutuhkan pupuk organik dalam jumlah besar.

Pupuk Hayati dengan populasi ekstrim sangat berarti bagi petani karena ibarat bisa menjadi pabrik NPK, zat perangsang tumbuh organik dan bio pestisida. Banyak penelitian merekomendasikan bahwa untuk tujuan efisiensi, efektivitas, ekonomis dan ramah lingkungan supaya memakai pupuk hayati secara besar-besaran dan berkelanjutan. Jauh lebih penting lagi untuk meningkatkan kemesraan bersahabat dengan lingkungan sebagai wujud idealnya usaha pertanian. ”Kasihi yang di bumi pasti yang di langit mengasihimu“.

Anda dapat memberi komentar untuk artikel ini.

21 tanggapan untuk artikel “Mengapa Harus Memakai Pupuk Hayati?”

  1. avatar

    agus menulis pada Jumat, 26 Maret 2010, 11:13

    bagaimana jika digunakan untuk tanaman sejenis jati atau jabon, yang mana pohon ini tidak memiliki buah? baguskah untuk membantu pertumbuhanya?

  2. avatar

    bangkittaniadmin menulis pada Kamis, 1 April 2010, 20:48

    Sudah terbukti bagus. Banyak petani dan termasuk saya sendiri petani sengon laut dampaknya sangat nyata terlihat dari percepatan tumbuh dan diameter batang maupun volume luas daun. tunas baru bermunculan. Selamat mencoba Bio-EXTRIM pupuk hayati majemuk cair. wayan supadno hp 0811763161

  3. avatar

    rahmawati menulis pada Sabtu, 3 April 2010, 16:15

    saya tinggal di kota malang jw timur, di mana bs dapat pupuk hayati ya..??

  4. avatar

    bangkittaniadmin menulis pada Sabtu, 17 April 2010, 16:39

    untuk daerah malang silahkan Hub no : 081932887969

  5. avatar

    tio menulis pada Senin, 19 April 2010, 9:15

    saya petani singkong, berapa kg singkong per tanaman yang bisa saya hasilkan dengan pupuk bio extrim? dan dengan jenis singkong apa?

  6. avatar

    sulaiman al faqih menulis pada Rabu, 21 April 2010, 14:52

    saya tinggal di brebes jateng dimana saya bisa membeli produk bio-extrim…..?

  7. avatar

    widi menulis pada Kamis, 22 April 2010, 19:36

    Saya ingin sekali mengembangkan pertanian ke arah pertanian organik terutama untuk tanaman padi di daerah saya, Batang, Jawa Tengah. Apakah dari Bio-Extrim bisa membantu?

  8. avatar

    bangkittaniadmin menulis pada Senin, 3 Mei 2010, 11:05

    Pupuk hayati yang isinya majemuk dan memiliki populasi minimal sepuluh pangkt 6 bukan hanya sekedar suplementer khususnya untuk tanaman pangan, semua bisa dihitung dengan konsep neraca hara kebutuhan ideal. Terkecuali tanaman keras serakah hara, kelapa sawit contohnya. Mengenai hasil uji efektivitas lapangan bisa dilihat di http://www.bioextrim.com , hasilnya begitu menggembirakan makanya patut kita kembangkan agar Negeri Pertanian ytc ini penuh kemakmuran berangkat dari para petaninya, amin. tks

  9. avatar

    syamsul menulis pada Kamis, 6 Mei 2010, 9:46

    bisakah tanaman tebu saya diberi pupuk cair organik bio extrim? kemudian dimana untuk bisa mendapatkannya khususnya untuk klaten?

  10. avatar

    bangkittaniadmin menulis pada Kamis, 6 Mei 2010, 17:47

    Bisa, pada dasarnya semua tanaman membutuhkan 16 unsur hara dan fitohormon. semua itu bisa disuplai oleh Bio EXTRIM. di Jateng bisa didapat di toko-toko Sarana Tan, Trubusi. untuk konsultasi mhn hub Mas Nanang hp 081392877858. Mbak Devi hp 08170651137. tks

  11. avatar

    gatot menulis pada Sabtu, 8 Mei 2010, 7:32

    apakah bioextrim bisa diaplikasikan tunggal tanpa pupuk anorganik

  12. avatar

    bangkittaniadmin menulis pada Sabtu, 8 Mei 2010, 13:32

    Untuk tanaman apa dulu ? jika untuk sayur mayur bisa dan sudah terbukti efektivitasnya di Kebun Percobaan IPB, bahkan lebih besar margin provitnya dibanding kontrol dgn NPK, untuk padi sedang uji yang ke 3x musim murni . Namun demikian lebih bijak pakai pupuk kandang juga guna memperkaya deposit hara organiknya di lahan. Untuk lbh jelas mhn kunjungi http://www.bioextrim.com

  13. avatar

    Rimbun-Weleri menulis pada Rabu, 12 Mei 2010, 20:59

    Tadi pagi sy sdh membeli Bio-Extrim dan Hormax di toko Trubus Pamularsih Semarang. Sy membeli karena membaca artikel di majalah Trubus dan juga website ini serta http://www.bioextrim.com. Yang ingin sy tanyakan adalah :
    1. Bisakah Bio-Extrim dan Hormax diaplikasikan untuk tanaman hias (aglonema) yg ditanam di dalam pot, yg notabene medianya bukan dari tanah, melainkan dari campuran pakis+sekam bakar+sekam mentah+pupuk kandang.
    2. Kalau bisa, bagaimana dosis dan cara aplikasinya, untuk mendapatkan aglonema yg BEBAS BUSUK AKAR, sehat dan BERANAK BANYAK.
    3. Bisakah Bio-Extrim dan Hormax diaplikasikan secara bersamaan?, misalnya/maksudnya Bio-Extrim disiramkan ke media sedangkan Hormax disemprotkan ke daun.
    Mohon penjelasannya, agar saya tidak salah mengaplikasikannya pada tanaman hias (aglonema), karena karakternya yg berbeda dengan tanaman yg ditanam di tanah.
    Terimakasih sebelumnya.

  14. avatar

    Manto menulis pada Minggu, 16 Mei 2010, 9:24

    Mikroba tidak hanya sekedar sebagai pupuk hayati, tetapi bisa juga untuk bioameliorasi tanah ataupun remediasi tanah yang sudah terlalu lama menggunakan pupuk kimia. Informasi lebih lengkap silahkan lihat di http://www.agrobiotech.cc.cc. Semoga bermanfaat.

  15. avatar

    Wayan Supadno menulis pada Rabu, 19 Mei 2010, 9:18

    Yth. Bapak Rimbun. Terimakasih telah belanja Bio EXTRIM dan HORMAX semoga bermanfaat. 1. Bio EXTRIM bisa diaplikasikan untuk tanaman hias, terrlebih yang media tanamnya bahan2 organik yang disebutkan, karena sumber energi mikroba dari bahan2 organik tsb. 2. Dosisnya 10 ml/liter air siram di media tiap 2 mggu. 3. Bisa aplikasi bersamaan karena fungsinya beda, tapi penting diketahui bhw jangan memberi fitohormon berlebihan, bisa mjd retardan penghambat bahkan bisa jd herbisida. maturnuwun, salam bandeng prestonya….

  16. avatar

    I KETUT SUKANATA menulis pada Rabu, 4 Agustus 2010, 6:59

    Demplot di Cirebon seluas 1 ha membuktikan bahwa BIO EXTRIM memang luar biasa bagusnya. Hasil ubinan mencapai 9 ton/ha dibandingkan dengan yang tanpa BIO EXTRIM HANYA 5 ton per hektar.

  17. avatar

    Sugeng menulis pada Jumat, 6 Agustus 2010, 15:36

    Petani bawang & cabe di brebes membuktikan dengan perbandingan perlakuan antara yang menggunakan Bio-EXTRIM dan tanpa Bio-EXTRIM,ternyata :
    1.Penggunaan Bio-EXTRIM pada tanaman cabe bisa menekan busuk akar.
    2.Pada tanaman bawang ” daun kelihatan kokoh dan lapisan lilin benar2 melindungi daun dari curah hujan, sehingga tidak memerlukan lgi perekat yang biasa digunakan para petani”.

  18. avatar

    abdul hamid menulis pada Senin, 18 Oktober 2010, 20:31

    saya domisili di daerah metro.prov lampung,dimana saya bisa mendapatkan produk hormax dan bioextrim?

  19. avatar

    veterinary medicine menulis pada Sabtu, 25 Desember 2010, 5:47

    Great information! I’ve been looking for something like this for a while now. Thanks!

  20. avatar

    more menulis pada Jumat, 11 Maret 2011, 5:36

    Mengapa harus memakai pupuk hayati.. Bully :)

  21. avatar

    Abd Haris menulis pada Selasa, 11 Oktober 2011, 9:26

    maaf pak,,,,, saya orang ntb dimana katanya bapak tanah di tempatnya kami kandungan mikrobanya sangat kritis sekali…….  di tempat kami hasil taninya berupa  padi, kedelai, bawang merah, semangka. tapi di tempanya saya banyak petani bawang merah, apakah bio-extrim cocok untuk bawang merah, serta bagaimana kami bisa kerja sama dengan babak untuk menjadi agenya di tempat saya. Hidup petani Indonesia semoga bisa jaya dengan bio extrim…..

Tulis Komentar Anda