Friday, 29 August 2014
Bangkit Tani » Majalahnya Para Pemulia Dunia Pertanian
Kades Sumberjati Banyuwangi

Apa Kata Kades Kedelai?

Minggu, 15 November 2009, 20:16

kadesDesa Sumberjati memiliki karakteristik yang berbeda dengan desa lainnya di Kabupaten Banyuwangi. Desa ini terletak paling ujung selatan yang berbatasan langsung dengan lautan lepas. Desa ini sebelah Selatan dan Barat dibatasi oleh hutan jati milik Perum Perhutani, sebelah Utara dan Timur dibatasi oleh sawah yang luas sejauh mata memandang. Memiliki sawah seluas 784 ha dengan panen kedelai sebanyak 3.000 ton pertahun, hampir setiap rumah tangga memilik ternak khususnya sapi dengan pakan limbah pasca panen kedelai.

Lebih dari 300 sarjana sudah dilahirkan dari desa ini, lebih dari 100 diantaranya para sarjana tersebut kembali ke desanya untuk bertani sebagai pilihan untuk menjalani kehidupannya dengan penuh percaya diri.

Tapi sayang sudah banyak menjadi TKI, dua tahun terakhir saja sudah lebih dari 700 orang menjadi TKI, permasalahan yang menenjol kurangnya informasi tentang kebijakan Pemerintah Pusat yang mendukung sektor pertanian padahal di desa ini 90% petani, begitu terlalu sulitnya untuk mendapatkan air untuk pertanian padahal dulu air begitu berlimpah, ini akibat debet air yang mengalir ke desa ini rendah dan terjadinya pendangkalan irigasi teknis. Serta sulitnya untuk mendapatkan permodalan dari pihak bank.

Untuk mengetahui permasalahan sebenarnya yang terjadi di lapangan tim Majalah Bangkit Tani mewawancarai Bapak Buntas Triono selaku Kepala Desa Sumberjati yang sering dijuluki sebagai Kades Kedelai.(Yandhi)

Apa potensi pertanian utama dari Desa Sumberjati?

Potensi utamanya adalah padi dan kedelai selain itu ada sebagian kecil berupa cabe, jeruk dan hasil perikanan laut.

Seberapa banyak hasil kedelai rata-rata perhektar permusim?

Hasil kedelai permusim rata-rata 2,5 ton perhektar tapi untuk masa tanam kedua hanya maksimal 2 ton saja, hal ini karena kesulit­an untuk mendapatkan air.

Apa potensi utama peternakan dari Desa Sumberjati?

Potensi utamanya adalah sapi karena hampir setiap rumah tangga memiliki sapi,  uang dari hasil panen dibelikan sapi dan uang dari gaji para TKI sebagian besar untuk sapi juga. Karena untuk beli sawah cukup berat, harga sawah di sini Rp 350 juta perhektar

Apa permasalahan yang utama dihadapi?

Masalah utama adalah

1. Sulitnya untuk mendapatkan air bagi para petani

2. Benih kedelai yang diperbantukan ke petani datangnya selalu terlambat dan yang datang hanya 30% dari total kebutuhan.

3. Hampir tidak pernah tahu ada program Pemerintah Pusat yang sifatnya untuk mendorong kemajuan pertanian, contohnya subsidi untuk petani kedelai dan subsidi untuk peternakan padahal kami sangat membutuhkan ini.

4. Banyak masyarakat akhirnya menanam kedelai dengan benih kedelai apa adanya yang disisihkan pada waktu panen kedelai sehingga kualitasnya selalu kalah dengan kedelai impor dan hasilnya tidak bisa maksimal jika dibandingkan dengan kedelai benih unggul.

Bagaimana dengan sektor per­ikanan?

Alhamdulillah, untuk sektor ini sudah mendapat perhatian. Kami sudah menerima beberapa dukungan atau perahu kecil untuk nelayan. Kehidupan mereka sudah cukup membaik dari kondisi sebelumnya dengan bantuan ini.

Bagaimana dengan sektor lain, se­perti sarana dan prasarana penunjang perekonomian?

Tahun 2009 ini, Pemerintah Daerah melalui dinas terkait sudah memperbaiki jalan desa. Namun hasilnya kurang maksimal, karena adanya permasalahan alam. Kondisi tanah di Desa Sumberjati umunya tanah liat, oleh karena itu, permukaan tanah menjadi labil. Sedangkan, mobil-mobil yang melewati jalan tersebut umumnya mobil yang berukuran besar sebagai angkutan untuk membawa hasil pertanian yang jumlahnya ribuan ton pertahun. Walhasil, jalan yang baru diperbaiki cepat sekali rusak. Saya pernah melihat di berbagai daerah, pembangunan jalan sudah menggunakan jenis beton dengan pondasi, bukan lagi aspal. Kami harap jalan yang membentang di desa kami juga bisa diganti materialnya, dari aspal ke beton supaya tidak cepat rusak. (**)

Anda dapat memberi komentar untuk artikel ini.

Tulis Komentar Anda