Tuesday, 22 May 2012
Bangkit Tani » Majalahnya Para Pemulia Dunia Pertanian
Kawasan Usaha Peternakan Sapi Perah (KUNAK) di Bogor

Banyak Kandang Kosong Menanti Para Investor

Minggu, 15 November 2009, 20:02

kandangkosongPembangunan agribisnis persusuan yang sedang digalakkan saat ini baik oleh Pemerintah (dalam hal ini Departemen Pertanian) maupun langsung oleh para peternak sebagai pelaku usaha, dalam kurun waktu 5 tahun mendatang akan menghasilkan peningkatan jumlah konsumsi susu.  Produksi susu segar nasional sebesar 1,5 juta liter/ tahun masih jauh di bawah kebutuhan konsumsi susu segar 6,4 juta liter/ tahun.  Kekurangan kebutuhan susu sebesar 75%-nya harus dicukupi dengan impor susu.

Apabila konsumsi susu segar per kapita per tahun dianggap tetap (10 liter/ kapita/ tahun), maka seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia pada 5 tahun kedepan, kebutuhan susu segar akan meningkat menjadi 7,2 juta liter per tahun.  Apalagi jika promosi minum susu segar di masyarakat sudah berhasil, dimana akan ditargetkan konsumsi susu segar 40 % dari kebutuhan konsumsi susu dalam negeri, maka akan diperlukan 2,9 juta liter/ tahun yang harus diproduksi oleh minimal 530.000 ekor sapi perah (290.000 ekor laktasi), sehingga akan dibutuhkan tambahan sapi perah sebanyak 150.000 ekor (100.000 ekor laktasi).

Saat ini jumlah sapi perah diperkirakan 350.000 ekor (190.000 ekor laktasi).

Kawasan Usaha Peternakan Sapi Perah disingkat KUNAK yang ada di Kabupaten Bogor memiliki kandangkosong2181 kavling.  Luas 1 kavling rata-rata 4.500 m2 yang terdiri dari bangunan kandang, kebun rumput dan rumah anak kandang.  Saat ini masih kekurangan populasi sekitar 1.000 ekor sapi perah.  Pemasaran susu di bawah koordinasi Koperasi Produksi Susu dan Usaha Peternakan Bogor (KPS Bogor), selanjutnya KPS menjual susu segar ke Industri Pengolahan Susu (IPS) di antaranya PT. Indomilk.  Ada juga yang diolah menjadi susu siap minum (susu pasteurisasi).  Fasilitas usaha yang dimiliki KPS di antaranya Chilling Unit, pabrik pakan ternak (konsentrat) dan unit pasteurisasi.

Usaha budidaya sapi perah membutuhkan modal usaha sebesar Rp 17,4 juta per ekor dimana akan digunakan untuk membeli indukan dara bunting Rp 13,5 juta dan sisanya Rp 3,9 juta untuk biaya operasional selama 6 bulan sampai induk bunting melahirkan.  Susu segar akan diperoleh setiap hari sedangkan anak sapi (pedet) akan diperoleh setiap tahun.  Dengan sejumlah investasi tersebut, maka akan diperoleh keuntungan Rp 10 juta per tahun atau Rp 835.000 per bulan per ekor sapi.  Apabila 1 orang peternak memelihara sebanyak 6 ekor, maka akan memperoleh keuntungan Rp 5 juta per bulan.

Kesempatan terbuka luas bagi para profesional muda untuk berinvestasi di sapi perah tanpa harus meninggalkan pekerjaan yang sekarang sedang digelutinya.  Salah satu pola usaha yang ditawarkan di KUNAK adalkandangkosong4ah kerjasama usaha dengan peternak dimana akan dilakukan bagi hasil antara investor dengan peternak.  Porsi yang ditawarkan biasanya 60 % peternak dan 40 % investor.

Kebutuhan pakan rumput bisa dipenuhi dari pengolahan lahan rumput yang ada (sekitar 4.000 m2 per kavling), apabila dikelola secara intensif.  Pakan konsentrat dicukupi oleh pabrik pakan yang dikelola oleh KPS Bogor dengan kapasitas 315 ton per bulan, disamping itu ada juga yang mengolah pakan sen diri.  Selain rumput dan konsentrat, para peternak juga biasa memberi pakan tambahan berupa ampas tahu/ ampas tempe sebagai tambahan sumber protein yang diperoleh dari pabrik tahu/ tempe yang ada di wilayah sekitar KUNAK.

Agar peternak tidak ketergantungan dengan Industri Pengolah Susu (IPS) dan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak, saat ini sedang digalakkan pemasaran susu langsung ke kkandangkosong6onsumen di antaranya dengan penjualan susu segar, diolah menjadi susu pasteurisasi ataupun diolah menjadi yoghurt.  Penjualan susu segar secara langsung, akan meningkatkan marjin keuntungan Rp 1.000 - Rp 2.000 per liter susu, hal ini akan meningkatkan pendapatan para peternak. Untuk mendukung pemasaran susu secara langsung tersebut, dalam beberapa waktu ke depan akan dimulai pencanangan Gerakan Minum Susu untuk Anak Sekolah di Kota dan Kabupaten Bogor.  Apabila 10 persen saja masyarakat Bogor meminum 1 gelas susu segar setiap hari, maka produksi susu segar dari wilayah Bogor akan terserap habis tanpa harus dijual ke IPS.

Kotoran sapi perah bisa juga memberikan penghasilan tambahan.  Kotoran padat bisa diolah menjadi pupuk organik BOKASHI dan dijadikan bahan baku biogas.  Sedangkan kotoran cair dapat langsung dialirkan ke kebun rumput sebagai penyubur rumput.  Apabila kotoran sapi perah dimanfaatkan dan dikelola secara intensif maka rupiah yang dihasilkan akan mencukupi untuk menutup biaya operasional pemeliharaan sapi. (**)

PROFIL

Nama   : Ir. Sujatmono Toni S.

Alamat  : KUNAK Kav. 14

Desa Situ Udik

Kec. Cibungbulang

Kab. Bogor.

Telp.      :(0251)7107555, 081315469469

Anda dapat memberi komentar untuk artikel ini.

5 tanggapan untuk artikel “Banyak Kandang Kosong Menanti Para Investor”

  1. avatar

    noor badri menulis pada Senin, 7 Desember 2009, 9:36

    Ass.wr.wb.
    Kami bersedia membantu pemasaran prodok olan susus sapi spa:UHT<Jogurt,minuman dll
    trutama untuk konsumen pelajar.hub kami 081288201969/08161698733

  2. avatar

    iyom menulis pada Rabu, 9 Desember 2009, 13:28

    DIJUAL TANPA PERANTARA :

    Dijual peternakan sapi perah - anggota KUNAK KPS BOGOR di Kawasan Peternakan Sapi Perah, desa pasarean - kecamatan pamijahan no. 76 RT. 04 RW. 04.

    Luas 4250 m2. Jumlah sapi 6 ekor.

    harga : Rp. 400 juta (nego)

    Bagi yang berminat dapat menghubungi Bpk. Iyom di 021-26205898 atau email di iyomhensem@yahoo.com

  3. avatar

    Angie menulis pada Kamis, 10 Desember 2009, 9:49

    Salam sejahtera,

    Saya tertarik dengan artikel Bapak mengenai Peternakan Kunak ini. Saya pun pernah berkunjung kesana. Saya lihat kualitas sapi disana cukup bagus dan juga lingkungannya asri. Yang ingin saya tanyakan, apakah ada keinginan dari Peternak-Peternak di Kunak untuk menggunakan Susu Pengganti (CMR) pada Pedet mereka, supaya resiko diare bisa diminimalkan dan juga pertumbuhan bobotnya akan bertambah pesat (800-900 gram/hari). Saya berencana mengajak kerjasama Bapak/Ibu untuk memperkenalkan Produk Susu CMR ini disana, supaya Peternak tahu keunggulan dari Produk ini (note saja : produk ini import dari Belanda). Kalau berminat bosa menghubungi saya ke no : 0878.533.47774 / 0857.321.34017. Terima kasih.

  4. avatar

    Rizal Hamry menulis pada Senin, 14 Desember 2009, 18:27

    Ass.ww.Saya sangat tertarik usaha budi daya sapi perah yg ditulis artikkel oleh bp.Ir.Sujatmono,tapi saya masih sangat minim pengetahuan mengenai teknis usahanya.Apakah mungkin kalau ada orang saya utk belajar diKPS bogor.Saya rencanaya buat usahaya di Bengkulu.Terima kasih

  5. avatar

    Iwan P menulis pada Rabu, 16 Desember 2009, 16:24

    Kepada Yth.

    Mohon Kiranya saya diberi petunjuk cara investasinya, minimal pemeblian sapi…, terima kasih sebelumnya atas penjelasan bapak

    wassalam

Tulis Komentar Anda