Saturday, 20 September 2014
Bangkit Tani » Majalahnya Para Pemulia Dunia Pertanian

Terbukti Efektif, Serangan Akar Gada Dikendalikan dengan Bio-EXTRIM

Minggu, 10 Januari 2010, 0:27

bangkit-tani-edisi-5-21

Sering kita jumpai petani  khususnya petani sayur kubis-kubisan me­ngalami gagal panen. Bangkrut karena serangan penyakit cendawan Akar Gada (Plasmodiophora Brassicae). Begitu juga beberapa penyakit yang menyerang tanaman kentang.

Akar Gada mampu bertahan sampai 10 tahun di lahan pertanian sayur dengan cara  membentuk spora jika tidak ada media berkembangbiaknya. Penyakit akar gada, disebabkan oleh Plasmodiophora Brassicae Wor., merupakan salah satu penyakit tular tanah yang sangat menganggu pada tanaman kubis-kubisan (Brassica spp.). Penyakit ini juga sering disebut penyakit akar pekuk atau penyakit akar bengkak. Kerugian yang disebabkan oleh P. Brassicae Wor.  pada tanaman kubis-kubisan di Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Asia, dan Afrika Selatan mencapai 50-100%. Di Australia, patogen ini menyebabkan kehilangan hasil sekitar 10% hasil pertanian tiap tahun dengan kehilangan pendapatan sebesar US$13 juta. Di Indonesia, penyakit ini menyebabkan kerusakan pada kubis-kubisan sekitar 88,60% dan pada tanaman caisin sekitar 5,42-64,81%. Tingkat produksi tanaman kubis-kubisan seringkali dipengaruhi oleh serangan patogen P. Brassicae Wor.

Pembengkakan pada jaringan akar dapat mengganggu fungsi akar seperti translokasi zat hara dan air dari dalam tanah ke daun. Keadaan ini mengakibatkan tanaman layu, kerdil, kering, dan akhirnya mati. Jika tanah sudah terinfeksi oleh P. Brassicae Wor., maka patogen tersebut akan selalu menjadi faktor pembatas dalam budi daya tanaman famili Brassicaceae karena patogen ini mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap perubahan lingkungan dalam tanah. Berbagai upaya penanggulangan penyakit Akar Gada telah dilakukan, antara lain perbaikan drainase, perlakuan tanah, perlakuan benih, penggunaan varietas resisten, dan pemanfaatan mikroorganisme antagonis.

Plasmodiophora Brassicae dianggap sebagai pseudofungi atau organisme yang menyerupai fungi. Siklus penyakit dimulai de­ngan perkecambahan satu zoospora primer dari satu spora rehat haploid di dalam tanah. Zoospora primer ini mempenetrasi rambut akar dan selanjutnya masuk ke dalam sel inang. Setelah penetrasi rambut akar atau sel epidermis inang oleh zoospora primer, protoplas yang berinti satu terbawa masuk ke dalam sel inang, kemudian terjadi pembelahan miosis dan pembentukan plasmodium primer oleh protoplas. Setelah mencapai ukuran tertentu, bergantung pada ukuran sel epidermis inang, plasmodium primer membelah menjadi beberapa bagian yang kemudian berkembang menjadi zoosporangia.

Setiap zoosporangium mengan­dung 4 atau 8 zoospora sekunder yang dapat terlepas melalui lubang atau pori-pori pada dinding sel inang. Zoospora sekunder dapat menginfeksi kembali rambut akar, yang menyebabkan perkembangan aseksual patogen menjadi cepat. Setelah miosis, terbentuk inti diploid baru, yang kemudian berkembang menjadi spora rehat haploid dan terlepas masuk ke dalam tanah ketika akar yang sakit rusak. Perkecambahan spora terjadi pada pH 5,50-7,50 dan tidak berkecambah pada pH 8. Kisaran suhu bagi perkembangan patogen adalah 17,80-25 derajat Celcius dengan suhu minimum 12,20 derajat Celcius dan maksimum 27,20 derajat Celcius. Tingkat infeksi juga ditentukan oleh jumlah spora rehat patogen. Suspensi yang mengan­dung paling sedikit 106-108 sel spora setiap ml sangat efektif untuk melakukan infeksi.

Gejala infeksi yang tampak di atas permukaan tanah adalah daun-daun tanaman layu jika hari panas dan kering, kemudian pulih kembali pada malam hari, serta kelihatan normal dan segar pada pagi hari. Jika penyakit berkembang terus, daun-daun menjadi kuning, tanaman kerdil, dan mungkin mati atau hidup merana. Pembengkakan akar merupakan ciri khas penyakit Akar Gada. Bentuk dan letaknya bergantung pada spesies inang dan tingkat infeksi. Akar yang membengkak akan makin besar dan biasanya hancur sebelum akhir musim tanam karena serangan bakteri dan cendawan lain (www.pustaka-deptan.go.id).

Di Kebun Percobaan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang berlokasi di Pasir Sarongge Cianjur, telah dilakukan uji coba efektifitas Bio-EXTRIM menangkal Akar Gada. Dari tujuh produk yang sedang  diujicobakan, Bio-EXTRIM (Pupuk Hayati Majemuk Cair) memberikan hasil yang terbaik dari pengembalian kesuburan tanah, pelonjakan hasil panen, dan ketahanan terhadap serangan penyakit Akar Gada. Bio-EXTRIM memiliki komposisi kualitas ekspor sbb :

tabel1

Secara nyata memberikan perbedaan menonjol di lapangan. Ini sangat menggembirakan petani, tentunya patut kita syukuri bersama. Sangat menggembirakan karena tanah semakin subur, tanah yang habis disiram oleh Bio-EXTRIM jauh lebih gembur, terasa betul saat diremas dengan tangan. Pertumbuhan sayur sangat menonjol (ekstrim) dan sehat karena terbebas dari serangan Akar Gada yang paling dibenci petani sayur kubis-kubisan di seluruh negeri ini.

img_08901Cukup dengan memberikan perlakuan penyemprotan 2 liter/ha pada pratanam dan penyemprotan dengan dosis 3 ml/liter air/minggu. Untuk mengantisispasi segala kemungkinan terhadap serangan Akar Gada, yang biasanya membentuk spora bahaya laten, maka sangat logis jika lahan pertanian disterilkan dengan Bio-EXTRIM dari resiko serangan penyakit Akar Gada.

Wajar saja jika Majalah Trubus pada edisi November dan Desember 2009 perbandingan3mengupas tuntas kehadiran Bio-EXTRIM yang merupakan aset baru dalam dunia pertanian di bidang Pupuk Hayati Majemuk Cair yang sudah dipatenkan  oleh Bapak Wayan Supadno (Hp. 0811763161) sebagai formulatornya. Begitu juga Tabloid Sinar Tani mengupas pentingnya mikroba sebagai pupuk hayati penghasil NPK, Bio-Pestisida, dan ZPT (zat perangsang tumbuh) organik, apalagi di Majalah Bangkit Tani yang mempunyai semangat tinggi untuk menggerakkan pertanian organik yang dikenal sehat untuk sesama selalu mengupas dari sudut ilmiahnya yang bisa dikunjungi di www.bangkittani.com.

“Sudah lima puluhan produk diuji cobakan di Kebun Percobaan IPB berlokasi di Pasir Sarongge Cianjur, namun baru kali ini ada produk yang benar-benar memberikan fungsi ganda nyata yaitu kesuburan tanah, hasil menonjol, dan mampu menekan serangan penyakit Akar Gada,” ujar Bapak Nana (Hp. 08170925592) selaku Manajer Kebun IPB di Pasir Sarongge Cianjur.

Begitu juga salah satu dari tim pengawas uji efektifitas Bio-EXTRIM Bapak Zoharnel (Hp. 085880743728/081288985533) memberikan ekspresi bahasa tubuh yang begitu mengaguminya setelah mengamati proses uji efikasi di lapangan. (**)

bangkit-tani-edisi-542

Anda dapat memberi komentar untuk artikel ini.

13 tanggapan untuk artikel “Terbukti Efektif, Serangan Akar Gada Dikendalikan dengan Bio-EXTRIM”

  1. avatar

    Iwan_aja menulis pada Jumat, 26 Maret 2010, 8:09

    Ass…..
    Untk wlayah pekan baru dmna saya bisamendpatkan pupuk Bio Extrim?
    Saya tunggu balasan dari anda?

  2. avatar

    Thomas menulis pada Selasa, 8 Juni 2010, 11:35

    bagaimana cara meberi pupuk bio extrem ke tanaman kentang? trima kasih

  3. avatar

    NURDIN menulis pada Sabtu, 19 Maret 2011, 8:28

    bagaimana cara ingin jadi distributor BIO-extrim?
    berapakah modal pertamanya?
    saya berada di kecamatan pabuaran subang jabar.

  4. avatar

    rahmat menulis pada Jumat, 25 Maret 2011, 7:29

    bagaimana dengan tanaman tomat atau kubis,apakah bisa pak.bagaimana cara penggunaannya?makasih sebelumnya

  5. avatar

    pindarto menulis pada Sabtu, 2 April 2011, 11:26

    saya mau tanya,kalau untuk tanaman cabe apa bisa digunakan, terus apa sudah ada yang jual untuk daerah surabaya dan sekitar,tq

  6. avatar

    supri menulis pada Sabtu, 2 April 2011, 13:04

    di berastagi udah ada gk?

  7. avatar

    bangkittaniadmin menulis pada Selasa, 5 April 2011, 7:36

    Di Berastagi belum ada agen tunggalnya Pak. Apakah Bapak tertarik untuk jadi agen?? Selama ini, orang2 Sumatera Utara langsung pesan dari Jakarta, bila disana ada agen akan lebih menguntungkan. Terima kasih

  8. avatar

    bangkittaniadmin menulis pada Selasa, 5 April 2011, 7:38

    Untuk Cabe, sebaiknya kombinasi Bio-EXTRIM & HORMAX. Bisa didapatkan di Toko TRUBUS (alamatnya tercantum di web ini, bag. Ready Stock, Daftar Toko TRUBUS). Terima kasih Pak

  9. avatar

    bangkittaniadmin menulis pada Kamis, 7 April 2011, 5:14

    Bisa Pak, mikroba Pseudomonas dalam Bio-EXTRIM dapat mengendalikan penyakit akar gada pada tanaman kubis-kubisan dan mencegah penyakit layu pada tomat. terima kasih.

  10. avatar

    bangkittaniadmin menulis pada Kamis, 7 April 2011, 6:08

    Penawaran Agen TUnggal beserta syarat-syaratnya ada di bag. Ready Stock web ini Pak. Modal awal untuk agen tunggal kabupaten Rp. 17.200.000,-

  11. avatar

    sugengmunajd menulis pada Selasa, 17 Mei 2011, 14:25

    kalo di daerah boyolali dah ada belum pak,kalo ada dimana agenya..?

  12. avatar

    bangkittaniadmin menulis pada Sabtu, 21 Mei 2011, 4:40

    Pak Sugeng, di Boyolali belum ada agennya, yg sudah ada di Sragen dan Sleman, tks

  13. avatar

    bangkittaniadmin menulis pada Senin, 23 Mei 2011, 7:48

    bisa diperoleh di Trubus Surabaya Bu Dyah, penggunaan pupuk kimia dapat dikombinasikan dengan pupuk organik & hayati, tergantung kondisi tanah dan tanaman, untuk tanaman sayur semusim seperti kangkung, bayam, sawi, dll, cukup dengan pupuk hayati yang dikombinasikan dengan pupuk kandang/kompos yg sudah matang..tks

Tulis Komentar Anda