Thursday, 24 July 2014
Bangkit Tani » Majalahnya Para Pemulia Dunia Pertanian

Udang Panami Prospeknya Menggiurkan

Selasa, 1 September 2009, 16:59

udangPerjuangan Zaenal Arifin selama berpuluh-puluh tahun membudidayakan udang tertebus sudah. Kini, ia tinggal menikmati hasil dari jerih payahnya mengembangbiakan udang Panami. “Ternyata tidak perlu ke kota untuk mendapatkan hidup yang layak. Kita tinggal mengolah sumber daya alam di daerah kita sendiri,” cetus Arifin dalam sebuah wawancara dengan majalah Bangkit Tani. Udang Panami memang bukan udang asli Jawa Tengah. Udang ini sejatinya berasal dari Amerika Latin. Tetapi Arifin berhasil membudidayakan udang ini dan menjadi hasil perikanan yang menonjol di wilayah Rembang dan Tuban.

Bahkan, udang ini sudah menjadi komoditas ekspor untuk negara Amerika dan Jepang. Udang yang memiliki tubuh putih ini termasuk udang yang mudah untuk dikembangbiakkan. Ia dapat beradaptasi dengan cepat, mampu bertahan dari serangan penyakit, dan menempuh waktu yang cepat dalam proses pertumbuhan. Arifin memberikan jabaran bagaimana membudidayakan udang Panami ini agar hasil panen melimpah. Hal yang harus diperhatikan pertama kali yaitu tambak atau kolam yang akan dijadikan tempat mengembangkan udang. “Lahan harus benar-benar steril.” Pertama, bersihkan air dan keringkan kolam. Kotoran tanah atau lumpur diangkat. Setelah itu cek pH tanah. “Tanah dengan pH antara 5,5 – 6,5 sangat cocok untuk ditanami udang. Setelah itu taburi tambak dengan pupuk organik dan diamkan selama 3 hari.

“Selama ini saya masih kewalahan melayani permintaan ekspor dari Amerika dan Jepang.”

Tahap selanjutnya isi tambak dengan air dan memiliki ketinggian antara 40-50cm dan diamkan lagi selama 5-10 hari. Setelah semua proses dilakukan, taburkan benih dengan kedalaman air antara 110-120cm. “Biaya yang harus dikeluarkan memang lumayan besar,” ungkap Arifin menjelaskan. Untuk seperempat hektar lahan atau setara dengan 2.500 meter persegi menghabiskan bibit 100.000 ekor @Rp 32 jumlah total Rp 3,2 juta. Pakan selama 3 bulan Rp 8,5 juta. Obat-obatan dan perawatan Rp 1 juta. Bahan bakar Rp 2,5 juta. Dan tenaga kerja Rp 1,5 juta. Total modal sebesar Rp 16 juta.

Udang Panami akan dipanen setelah berumur tiga bulan. “Satu kilo udang biasanya berisi antara 60-80 ekor. Dengan harga jual Rp 30.000 per kg.” Dalam seperempat hektar akan dipanen udang sekitar 1 ton. Omset yang dihasilkan dalam satu kali panen adalah Rp 30 juta. “Keuntungan bersih per triwulan yang saya raih berarti sekitar Rp 14 juta,” tegas Arifin dengan bangga.Angka kegagalan cukup kecil dalam membesarkan udang Panami ini. Musuh utama biasanya berupa ikan liar yang hidup dalam kolam.

Selain itu hama yang biasanya ada adalah angsang hitam yang disebabkan oleh bakteri. Bintik pada tubuh diakibatkan oleh terlalu padat populasinya. “Dengan perawatan yang rutin seperti pembersihan kolam, memeriksa kondisi air, dan mengatur populasi udang, maka resiko kegagalan panen dapat ditekan.”Menurut Arifin, permintaan pasar di luar negeri masih terbuka dengan luas. “Selama ini saya masih kewalahan melayani permintaan ekspor dari Amerika dan Jepang.” Untuk itu, ia menginginkan adanya petani lain yang mau membudidayakan udang Panami. “Saya sudah bisa membuat pembibitan sendiri untuk jenis udang ini. Mudah-mudahan saja teman-teman dari daerah lain mau bersama-sama mengembangbiakkan udang Panami,” ujar Arifin berharap. (**)

Anda dapat memberi komentar untuk artikel ini.

3 tanggapan untuk artikel “Udang Panami Prospeknya Menggiurkan”

  1. avatar

    Zulkifli menulis pada Rabu, 7 Oktober 2009, 9:58

    saya sedang mulai tanam udng panami, tapi tekniknya dan ilmunya masih nol besar alias tidak tau, boleh saya minta minta no hp nya???

  2. avatar

    WANYOTO menulis pada Kamis, 5 November 2009, 9:41

    PAK MINTA TOLONG CARA MENGELOLA UDANG PANAMI YANG BENAR, YANG DULUNYA SAWAH DI JADIKAN TAMBAK,DAN GIMANA UNTUK PEMBIYAAN NYA.

  3. avatar

    Yudis menulis pada Jumat, 26 Maret 2010, 11:25

    di daerah kami udang panami belum ada yg membudidayakn nya.dulu nya di daerah km msyrkt memelihara udang windu,namun karena gagal panen terus akhir nya smua petani tambak skrg membudidyakn ikan bandeng. Smua petani sudah trauma dgn memelihara udang.terus terang saya sngt tertarik dgn utk memelihara udang panami,namun di daerah saya sulit sekali mendapatkn benih dr udang panami. mohon saran nya????yudis dr ACEH

Tulis Komentar Anda