Monday, 1 September 2014
Bangkit Tani » Majalahnya Para Pemulia Dunia Pertanian

Udang Panami Prospeknya Menggiurkan

Sabtu, 10 Oktober 2009, 5:04

udang_path-01Perjuangan Zaenal Arifin selama berpuluh-puluh tahun membudidayakan udang tertebus sudah. Kini, ia tinggal menikmati hasil dari jerih payahnya  mengembangbiakkan udang Panami. “Ternyata tidak perlu ke kota untuk mendapatkan hidup yang layak. Kita tinggal mengolah sumber daya alam di daerah kita sendiri,” cetus Arifin dalam sebuah wawancara dengan Majalah Bangkit Tani.

Udang Panami memang bukan udang asli Jawa Tengah. Udang ini sejatinya berasal dari Amerika Latin. Tetapi Arifin berhasil membudidayakan udang ini dan menjadi hasil perikanan yang menonjol di wilayah Rembang dan Tuban. Bahkan, udang ini sudah menjadi komoditas ekspor untuk  Amerika dan Jepang.

Udang yang memiliki tubuh putih ini termasuk udang yang mudah untuk dikembangbiakkan. Ia dapat beradaptasi dengan cepat, mampu bertahan dari serangan penyakit, dan menempuh waktu yang cepat dalam proses pertumbuhan.

Arifin memberikan jabaran bagaimana membudidayakan udang Panami ini agar hasil panen melimpah. Hal yang ha­rus diperhatikan pertama kali yaitu tambak atau kolam yang akan dijadikan tempat mengembangkan udang. “Lahan harus benar-benar steril.” Pertama, bersihkan air dan keringkan kolam. Kotoran tanah atau lumpur diangkat. Setelah itu cek pH tanah. “Tanah dengan pH antara 5,5-6,5 sangat cocok untuk ditanami udang. Setelah itu taburi tambak dengan pupuk organik dan diamkan selama 3 hari. Tahap selanjutnya isi tambak de­ngan air dan memiliki ke­tinggian antara 40-50cm dan diamkan lagi selama 5-10 hari. Setelah semua proses dilakukan, taburkan benih dengan keda­laman air antara 110-120cm.

“Biaya yang harus dikeluarkan memang lumayan besar,” ungkap Arifin menjelaskan. Untuk seperempat hektar lahan atau setat-udangra dengan 2.500 meter persegi menghabiskan bibit 100.000 ekor @Rp 32 jumlah total Rp 3,2 juta. Pakan selama 3 bulan Rp 8,5 juta. Obat-obatan dan perawatan Rp 1 juta. Bahan bakar Rp 2,5 juta. Dan tenaga kerja Rp 1,5 juta. Total modal sebesar Rp 16 juta.

Udang Panami akan dipanen setelah berumur tiga bulan. “Satu kilo udang bia­sanya berisi antara 60-80 ekor. De­ngan harga jual Rp 30.000 per kg.” Dalam seperempat hektar akan dipanen udang sekitar 1 ton. Omset yang dihasilkan dalam satu kali panen adalah Rp 30 juta. “Keuntungan bersih per triwulan yang saya raih berarti sekitar Rp 14 juta,” tegas Arifin dengan bangga.

Angka kegagalan cukup kecil dalam membesarkan udang Panami ini. Musuh utama biasanya berupa ikan liar yang hidup dalam kolam. Selain itu hama yang biasanya ada adalah angsang hitam yang disebabkan oleh bakteri. Bintik pada tubuh diakibatkan oleh terlalu padat populasinya. “De­ngan perawatan yang rutin seperti pembersihan ko­lam, memeriksa kondisi air, dan mengatur populasi udang, maka resiko kegagalan panen dapat ditekan.”

Menurut Arifin, permintaan pasar di luar negeri masih terbuka dengan luas. “Selama ini saya masih kewalahan melayani permintaan ekspor dari Amerika dan Jepang.” Untuk itu, ia mengingin­kan adanya petani lain yang mau membudidayakan udang Panami. “Saya sudah bisa membuat pembibitan sendiri untuk jenis udang ini. Mudah-mudahan saja teman-teman dari daerah lain mau bersama-sama mengembangbiakkan udang Panami,” ujar Arifin berharap. (Iwa)

PROFIL

Nama   : Zaenal Arifin

Alamat : Desa Guyangan

Kec. Terangel, Kab. Pati

Jawa Tengah

Telp.    : 081390228899

Anda dapat memberi komentar untuk artikel ini.

6 tanggapan untuk artikel “Udang Panami Prospeknya Menggiurkan”

  1. avatar

    zulkifli mahmud menulis pada Jumat, 23 Oktober 2009, 15:09

    minta ajarin budidaya panami pak, saya mau coba2

  2. avatar

    eka lydia menulis pada Rabu, 4 November 2009, 13:09

    pak Arif sukses selalu ya,, suami saya kerja di pembibitan udang panami, kalau pak arif bilang sangat kuwalahan tapi kenapa harga nya murah sekali ya pak?
    padahal di expor sampai jepang,,

  3. avatar

    ahmad menulis pada Jumat, 8 Januari 2010, 20:34

    wah kl. bener yg bapak katkan mungkin aku akan sangat bahagia soalnya panami aku tiap 2 bln panen pak tapi harganya itu ,lho pak kok harga pasar doang tdk harga export gimana ini pak buat beli pupuk ama pakan aja susah

  4. avatar

    MUJTAHID ANSHORI menulis pada Senin, 18 Januari 2010, 17:22

    sy mw tnya bgmn cara merawat dan memberi pupuk pd udang panami dari kecil sampe mnjelang panen,thx yg buanyak sblumnya.

  5. avatar

    bee lie menulis pada Kamis, 21 Januari 2010, 20:14

    tolong info cara memberi makan selain pemupukan?
    thank’s you.

  6. avatar

    sugianto menulis pada Kamis, 13 Mei 2010, 16:01

    pak saya petanipnami lahan saya1hktar sebaik nya di isi panami brapa dan bagaimana carapengembangan bibit panami

Tulis Komentar Anda