Oleh : Ari | 085257312299

Kondisi iklim di Kalteng yang sangat mendukung untuk membudidayakan tanaman semangka non biji mendorong Bapak Suhar pria asal Blitar Jawa Timur ini untuk hijrah dari daerah asalnya. Pria yang semasa lajangnya pernah singgah untuk mencari hidup sebagai petani sayur di Negeri Jiran Malaysia, kini dengan ulet menekuni bidang pertanian di negerinya dengan mengembangkan tanaman semangka non biji di Pangkalan Bun Kalteng. Sungguh luar biasa dengan semboyan “Kanti teken tekun mesti bakal ketekan”, dengan memegang ketekunan pada profesi maka niscaya akan tercapai harapan dan cita-citanya,” ungkap pria 35 tahun ini. Adapun langkah-langkah untuk membudidayakan semangka non biji menurut Bapak Suhar adalah sebagai berikut:
Langkah pertama adalah pengolahan lahan untuk media tanam yang dilakukan 15 hari sebelum tanam dengan membuat guludan, untuk menutup guludan menggunakan tanaman ilalang yang telah dikeringkan sebagai pengganti plastik mulsa dan dilanjutkan dengan pembuatan lubang tanam dengan jarak 75 cm, setelah itu dilanjutkan dengan pemberian pupuk dasar, untuk pupuk dasarnya menggunakan pupuk TSP sebanyak 1/4 kg per lubang tanam dicampur dengan kotoran ayam sebanyak 1/4 Kg per lubang tanam.
Langkah kedua adalah mengoven bibit tanaman selama 24 jam setelah itu bibit dimasukan kedalam polybag berukuran 6 milimeter. Untuk menanam tanaman semangka non biji ini pemilihan atau sortir bibit yang telah tumbuh sangat penting dilakukan hal ini dilakukan agar nanti pada saat penyerbukan bisa serentak / bersama, jadi bibit yang siap ditanam adalah bibit yang berumur 10 hari atau bibit yang daunnya telah keluar 1 biji.
Langkah ketiga proses pemupukan kedua dilakukan setelah tanaman berumur 20 hari setelah tanam, menggunakan pupuk NPK sebanyak 2 sendok makan dan pemupukan berikutnya pada saat tanaman sudah berbuah menggunakan pupuk KCl sebanyak 1 sendok makan per lubang tanam. Untuk proses penyerbukan / perkawinan antara semangka non biji dengan tanaman semangka berbiji dilakukan pada saat tanaman semangka berumur 45 hari. Hama dan penyakit yang sering mengganggu tanaman semangka non biji adalah Thrips Sp dan ulat yang saat ini masih bisa diatasi dengan menggunakan pestisida kimia.
Dari lahan sendiri seluas 1/2 ha dengan jumlah tanaman 2.000 batang Bapak Suhar mampu menghasilkan panenan semangka non biji sebanyak 14,3 ton. Harga buah semangka non biji 3000/ kg sehingga dari lahan seluas 1/2 ha bisa menghasilkan Rp 42,9 juta dengan biaya yang dikeluarkan Rp 8 juta jadi pendapatan bersih yang didapat Bapak Suhar adalah Rp 34,9 juta sungguh pendapatan yang lebih dari cukup apabila kita memiliki ketekunan dan ilmu pertanian untuk hidup di negeri kita ini yang masih menyimpan banyak potensi.
Seuntai harapan yang terucap dari seorang petani yang gigih, semoga saja dari pihak Distan dan PPL lebih memberikan kontribusi yang nyata bagi dunia pertanian terutama di daerah Pangkalan Bun Kalteng, karena dirasa saat ini masih kurangnya penyuluhan tentang pengetahuan dan tata cara budidaya yang lebih baik dari pihak penyuluh. (**)
PROFIL PEMILIK
Nama : Suhar
Alamat : Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah
Telp : 0532-2033665, 085828443665