Saat ini, Dafa Teknoagro Mandiri sudah memproduksi sejumlah 2 juta bibit tanaman per tahun. Dafa juga sudah membuka franchise di Malaysia.
“Hasil pertanian akan produktif jika bibit tanaman pertanian dihasilkan dari bibit yang berkualitas” kata-kata inilah yang terus disimpan di benak Ir. Nursyamsu Mahyudin, M. Sc, Direktur Utama PT. Dafa Teknoagro Mandiri. Makanya, ia bersama stafnya di perusahaan milik Pondok Pesantren Darul Fallah ini terfokus di pembibitan.
“Saat ini kami sudah mengerjakan pembibitan dengan sistem kultur jaringan,” terangnya. Sistem ini, menurutnya, adalah sistem terbaik untuk menghasilkan bibit berkualitas. Terdapat berbagai jenis bibit tanaman yang dihasilkan melalui sistem kultur jaringan seperti bibit kentang, jati, nilam, pisang chrysanthemum yang rutin diproduksi oleh Dafa Teknoagro Mandiri. Sedangkan untuk bibit buah tin, aglonema, anthorium merupakan bibit yang diproduksi atas permintaan pelanggan. “Produktivitas bibit yang dihasilkan sudah mencapai 2 juta bibit tanaman per tahun.”
Bibit-bibit tersebut dipasarkan ke wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Lampung, Riau dan di sebagian besar pulau Jawa. “Kami melayani pemesanan bibit untuk pemerintah, dinas pertanian, perusahaan swasta dan perorangan.”
Dafa Teknoagro Mandiri juga melakukan kerjasama dengan beberapa pihak dalam pembibitan. Kerjasama tersebut di antaranya yaitu pembibitan nilam dengan Balittro, pembibitan kentang dengan Balitsa, pembibitan jati dengan Perum Perhutani dan bibit pisang dengan Balai Benih Induk. Selain dengan pihak pemerintah, Dafa Teknoagro Mandiri juga menjalin kerjasama dengan pihak swasta seperti pembibitan bunga krisan dengan PT. Alam Indah Nusantara, bibit kentang dengan PT. Hortitech, buah tin, mahkota dewa, hingga ubi Jepang dengan salah satu perusahan Jepang. Dafa Teknoagro Mandiri saat ini sudah melebarkan sayap bisnisnya hingga ke luar negeri. “Kami sudah memiliki franchise di
Malaysia,” ungkap Nursyamsu.
Selain menghasilkan benih unggulan, Dafa Teknoagro Mandiri juga mengadakan berbagai pelatihan untuk pembibitan dengan sistem kultur jaringan. Para peserta terdiri dari para pemuda, Perguruan Tinggi, perusahaan, LSM, dan perorangan. Nursyamsu berharap pemerintah lebih memperhatikan industri benih. Karena, menurut Nursyamsu, kualitas dari produk pertanian sangat ditentukan oleh bibit yang berkualitas dan jumlahnya memadai untuk pertanian di Indonesia. (Iwa)
PROFIL
Nama : Ir. Nursyamsu Mahyudin, M. Si
Alamat : PP Darul Fallah
Jl. Raya Bogor - Ciampea
Km.12 Bogor 16620
Telp. : (0251) 8425416
Fax. : (0251) 8622472
website : www.taman.org
noor badri menulis pada Senin, 7 Desember 2009, 9:24
Ass.wr.wb
smg keluarga Dafa Sehat selalu.Ust apa sudah parnah membuat bibit Pohon Jabon dan paulwonia?
ana mau coba tanam di Cipining cigudeg.cocok /tidan ya?
kalau cocok ana akan ganti pohon akasia mangium yg ada dengan pohon jabon/paulounia.
ana tunggu habar antun,di 081288201969/08161698733
Ardiansyah al Ertha, SE menulis pada Senin, 25 Januari 2010, 20:23
Ass wr wb
Pak ustad saya ingin berwiraswasta dengan menyediakan bibit yang berkualitas dan sudah teruji, mohon informasi bibit tanaman apa saja yang sudah dikembangkan oleh pak ustad, dalam hal ini bisa di fax ke 0274 - 370324, tks
dhody menulis pada Sabtu, 3 Juli 2010, 11:37
Pupuk kimia hny memberikan unsur hara tp tdk memberikan manfaat kelangsungan hdp organisme.
anton darma wijaya menulis pada Selasa, 3 Agustus 2010, 12:19
saya ingin menanyakan prosedur untuk membuat kultur jaringan duren dan manggis… mohon informasi bahan apa saja yang dibutuhkan dan berapa biaya nya apabila menggunakan jasa dafa teknoagro mandiri? informasi kami tunggu melalui email: antondarmawijaya@yahoo.com. atau fax ke no 0722-22007. trima kasih..