Sunday, 20 May 2012
Bangkit Tani » Majalahnya Para Pemulia Dunia Pertanian

Meningkatkan Ekonomi dan Gizi Keluarga

Kamis, 28 Januari 2010, 13:53

Profil

Nama     : Faiz Manshur
Alamat     : Kiara Condong Bandung
Telp    : 0817201100

Beternak kelinci di lingkungan rumah sangat bermanfaat. Selain memiliki nilai ekonomis, beternak kelinci di lingkungan rumah juga bisa meningkatkan konsumsi gizi bagi keluarga.

klinci1Benar bahwa ternak kelinci untuk tujuan hias itu lebih menjanjikan penghasilannya dibanding tujuan ternak untuk konsumsi daging. Namun dibalik keuntungan ternak kelinci hias yang mencapai antara Rp 150.000 – Rp 300.000 itu sebenarnya memiliki tiga kelemahan sekaligus.
Pertama, pasar kelinci hias labil. Para pembeli kelinci hias dengan harga mahal masih berkutat di kota-kota besar dan segmennya terbatas pada golongan berduit. Kedua, dari asas manfaat, ternak kelinci tujuan hias sangat lemah.  Mungkin saja orang bisa mengambil manfaat dari hiburan setiap hari sekaligus mendapat pasokan pupuk berkualitas untuk tanaman di pekarangan. Tetapi dalam hal manfaat gizi tidak didapatkan. Ketiga, pemeliharaan untuk tujuan hias untuk kalangan masyarakat bawah jelas sangat kurang tepat karena membutuhkan modal yang lebih besar dan pemasaran yang super canggih.
Sudah jamak dipahami masyarakat, selain menghasilkan daging berkualitas, kelinci juga memiliki efektivitas dan fleksibilitas untuk setiap golongan masyarakat. Orang kaya bisa ternak, orang miskin pun juga bisa. Lain dari itu, sekarang ini kita sedang dilanda krisis gizi. Masyarakat Indonesia masih banyak yang mengalami gizi buruk.  Menurut data badan PBB untuk urusan pangan atau United Nation World Food Programme (WFP) Indonesia pada tahun 2009 ini masih terdapat 13 juta anak Indonesia yang mengalami gizi buruk dan kelaparan. Me­reka rata-rata tinggal di pedesaan dan pinggiran kota, dari golongan miskin yang tak mampu bertani sekaligus tak berdaya bekerja di sektor jasa.klinci2
Ditinjau secara ilmiah, daging kelinci memiliki keunggulan dibanding jenis daging lainnya. Daging kelinci memiliki kandungan protein tinggi (25 %), rendah lemak (4%), dan kadar kolesterol daging juga rendah yaitu 1,39 g/kg. Kadar kolesterolnya sekitar 164 mg/100 gram daging, sedangkan ayam, sapi, domba, dan babi berkisar 220—250 mg/100 gram daging.  Kebutuhan minimum manusia akan protein hewani adalah 8:1 kg daging untuk setiap orang dalam satu tahun. Atau pada setiap bulan per orang membutuhkan 675 gram.
Kenapa Kelinci?

Mamur Suriaatmadja, mantan Promotor Kelinci era 1980-an yang kala itu giat mendorong perbaikan gizi keluarga miskin melalui konsep “Pabrik Daging Mini di Pekarangan Melalui Kelinci”  menjawab pertanyaan penulis “Para petani tak mungkin menyembelih domba, kambing, atau sapi hanya untuk pemenuhan gizi. Sedangkan itik atau ayam lebih praktis menjadi tabungan. Manakala butuh uang mendadak bisa menjual lebih praktis ke pasar.  Di sinilah sisi praktisnya kelinci sebagai penghasil gizi keluarga, bahkan sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai penghasil uang tambahan.
Kelinci sebagai penghasil gizi keluarga memiliki keunggulan seperti populasi kelinci dalam setiap dua bulan sekali kelahiran mampu menghasilkan 6-8 ekor, kelinci umur tiga bulan menghasilkan satu kg daging murni, untuk memenuhi persyaratan gizi perlu dipotong lebih dari satu ekor per minggu atau lebih dari empat ekor per bulan.  Makanan yang diperlukan sekitar 1,5 – 2 bakul per hari untuk tiga ekor bibit dengan (3 X 6 = 18 ekor) anak-anaknya. Merawatnya tidak sulit tapi perlu rajin dan teliti. Kandang setiap hari harus bersih dan diperhatikan kesehatannya. Biaya yang diperlukan rendah. Kandang yang diperlukan untuk tiga bibit kelinci adalah tiga buah.

klinci3

Kandang kelinci bisa dibuat sen­diri dari bahan setempat atau barang-barang sisa.  Ukuran kandang untuk masing-masing bibit kelinci cukup 70 x 100 cm. Untuk tiap kelompok anak kelinci dari induk cukup 70 x 70  cm.  Pekarangan yang diperlukan tidaklah besar. Seandainya 1 keluarga terdiri dari 6 jiwa (ayah, ibu, tiga anak di­tambah 1 saudara/orang tua) maka keperluan daging bagi keluarga adalah: 6 x 674 gram = 4,05 kg/bulan atau sekitar 1 kg per minggu.
Dengan memelihara tiga ekor bibit kelinci jenis unggul yang dikawinkan selang 1 bulan, (misalnya) kelinci A bulan Januari, kelinci B bulan Februari, dan kelinci C bulan Maret, maka setelah lima bulan, yaitu mulai bulan Juni, setiap minggu dapat dipotong/panen 1 ekor anak kelinci yang beratnya 2 kg hidup yang menghasilkan 1 kg daging bersih/murni bagi keperluan konsumsi keluarga. Kelebihan untuk konsumsi pedaging masih bisa dijual. Dengan begitu pemelihara kelinci 3 ekor saja akan secara rutin mendapat penghasilan tambahan.
Modal sebesar Rp 13,150 juta ini sebenarnya tergolong mahal. Para peternak bisa memotong beberapa biaya penting dengan memanfaatkan rumah kandang atau bahan baku lain yang sudah dimiliki hingga memotong modal antara Rp 2,5 juta – Rp 4 juta. Dengan kalkulasi modal di atas kita bisa memperkirakan penghasilan sebagai berikut.

klinci4

Anda dapat memberi komentar untuk artikel ini.

Tulis Komentar Anda