Thursday, 28 August 2014
Bangkit Tani » Majalahnya Para Pemulia Dunia Pertanian

Hasilkan Kemakmuran Keluargaku

Rabu, 27 Januari 2010, 12:23

Modal yang harus disiapkan lumayan besar terutama di alat produksi seperti autoklaf dan laminar flow. Keuntu­ngan yang diperoleh sangat besar bila dilakukan dengan benar.

Profil
Nama : Sutarman
Alamat : Desa Kaliurang VI RT 04/13 Hargobinangun
Pakem Sleman
No Telp : 08122943156/(0274) 897965

jamur1Pak Sutarman atau yang akrab dipanggil Pak Man oleh warga Kaliurang berprofesi sebagai petani pembibitan jamur konsumsi (tiram, jamur kuping, dan jamur ling zhi). Ia memulai usahanya di awal tahun 1989, bermodalkan pengalaman kerja yang didapatkan Pak Man dari Misi Teknik Taiwan-Indonesia selama bertahun-tahun dan menjadi petani kesayangan dari ahli jamur Taiwan saat itu. Setelah Ahli jamur dari Taiwan memutuskan untuk kembali ke negaranya, maka Pak Man juga memutuskan untuk keluar dari Misi Teknik Taiwan-Indonesia dan berencana untuk membangun usaha pembibitan jamur.
Usaha pembibitan jamur yang dipilih Pak Man karena umumnya pe­tani akan lebih banyak memilih untuk mengembangkan budidaya jamur. “Jarang ada petani yang melirik pembibitan jamur sehingga usaha pembi­bitan akan menjadi prospek yang potensial dan pasti menghasilkan,” ujar Pak Man bercerita tentang alasannya memilih pembibitan jamur. Awalnya Pak Man kesulitan untuk mencari modal karena pembibitan jamur termasuk usaha yang membutuhkan peralatan yang harganya tergolong  mahal seperti autoklaf, laminar flow, dan peralatan yang lain. Pengajuan modal ke pihak bank berkali-kali ditolak, hingga Koperasi Kartini (KSP Kartini) memberikan modal Rp 7,5 juta dari Rp 15 juta yang diajukan Pak Man, uang tersebut digunakan untuk membeli autoklaf seharga Rp 5 juta serta untuk keperluan lain.
Laminar flow sebagai tempat atau kunci utama untuk menanam bibit jamur, memiliki harga yang lumayan mahal. Oleh karena itu, Pak Man mengajukan bantuan ke Misi Teknik Taiwan-Indonesia untuk memohon bantuan berupa laminar flow dan tidak perlu menunggu lama, Pak Man mendapatkan laminar flow langsung didatangkan dari Taiwan.jamur2
Tahun demi tahun Pak Man membangun usaha pembibitan jamurnya dan strategi Pak Man untuk tidak mencari pasar tetapi menciptakan pasar dengan membina dan membimbing warga Kaliurang yang berminat menggeluti budidaya jamur baik tiram, kuping, hingga ling zhi. Sambutan yang tak terduga diterima Pak Man dari warga sekitar Kaliurang Kabupaten Sleman. Menjamurnya petani yang membudidayakan jamur tiram dan kuping menjadi berkah bagi Pak Man, hingga tahun 1994 - 1996 menjadi puncak usaha Pak Man dalam membudidayakan bibit jamur dan di tahun tersebut Pak Man memutuskan untuk membeli sebuah rumah serta membuat pabrik kecil-kecilan untuk bibit jamur serta memfasilitasi usa­hanya dengan alat-alat transportasi.
Pembuatan bibit jamur memiliki satu kunci dimana kunci tersebut akan membuka pintu-pintu kesuksesan dari usaha ini, yaitu saat pembuatan bibit F1 atau yang sering disebut bibit inti atau bibit utama. Sebelum membuat F1 kita harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Pembuatan media yang bahan dasarnya bekatul, serbuk gergaji, serta botol sebagai tempat media.
2. Setelah media siap maka langkah selanjutnya sterilisasi di autoklaf.
3. Selanjutnya dengan menanamkan bibit jamur di laminar flow, bibit tersebut diambil dari F1 yang sebelumnya telah dilakukan perlakuan penanaman dengan menggunakan media PDA (Potato Dextrose Agar) dengan cara yang khusus dan steril, langkah inilah yang menjadi kunci dari keberhasilan pembibitan jamur dan tidak semua orang bisa hanya ahli-ahlinya saja yang bisa dan satu di antaranya adalah Pak Sutarman.
4. Proses penanaman bibit selesai maka media yang telah ditanam dimasukkan ke dalam ruang inkubasi dengan suhu ruangan serta dengan kondisi yang bersih, jamur akan tumbuh dengan sendirinya di ruang inkubasi selama 1 bulan.

jamur3Pak Man saat ini sudah memproduksi bibit jamur dalam 1 bulannya sebanyak kurang lebih 15 hingga 30 ribu botol bibit jamur, dan sebelum 1 bulan bibit jamur yang diproduksi Pak Man selalu habis sebab pemesan bibit jamur milik Pak Man tidak hanya dari Sleman saja tetapi dari Jogja, Klaten, Solo, Boyolali, Karang Anyar, Wonogiri hingga Ambarawa. Pembeli juga berdatangan dari Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, Lombok, Kalimantan, Sumatera bahkan yang membanggakan dari Serawak serta Brunei pun ikut memesan bibit hasil rekayasa Pak Man. “Tidak pernah saya menyangka bahwa usaha saya akan menjadi se­perti ini sebab dahulu saya tergolong orang yang tidak mampu tetapi berkat kerja keras dan ketekunan alhamdulilah sekarang menjadi lebih besar,” ujar Pak Man bercerita.

Kendala yang kerap kali dialami Pak Man yaitu perhatian dari peme­rintah daerah dirasa masih kurang ditinjau dari peran serta daerah untuk membina petani-petani jamur secara langsung tidak terlihat. Harapan Pak Man ke depan adalah kegiatan usaha pembibitan jamur dan pembudidayaan jamur tidak berjalan sendiri-sendiri tetapi bersama-sama dengan pemerintah dan swasta bergotong royong mengembangkan usaha jamur di Indonesia. (Rizky S.)

Analisis Usaha :

• Modal Awal : Autoklaf : Rp 5 juta
Laminar Flow : Rp 20 juta
Lain-lain : Rp 2,5 juta
Total Modal : Rp 27,5 juta

• Pengeluaran per bulan :
Listrik +   tenaga kerja +
bahan-bahan (botol, bekatul,
serbuk gergaji)
= Rp 10 – Rp 15 juta/bulan

• Pendapatan : Produksi per bulan
20 ribu botol hingga 30 ribu botol
Harga per botol : Rp 3.500
Pendapatan : Rp 3.500 ×
15 ribu   botol = Rp 52,5 juta/bulan

• Keuntungan per bulan :
Pendapatan per bulan dikurangi
pengeluaran per bulan :
Rp 70 juta – Rp 15 juta
= Rp 37,5 juta/bulan

Anda dapat memberi komentar untuk artikel ini.

4 tanggapan untuk artikel “Hasilkan Kemakmuran Keluargaku”

  1. avatar

    widayanto menulis pada Selasa, 27 April 2010, 15:31

    selamat pak, saya dulu pernah ambil bibit dari t4 bapak, tetapi karena kurang telaten saya berhenti pak, saya mulai tertarik lagi pak, mohon dibantu

  2. avatar

    kades hargo menulis pada Senin, 14 Juni 2010, 12:02

    selamat semoga tambah sukses

  3. avatar

    dhody menulis pada Sabtu, 3 Juli 2010, 11:33

    Saat ini, pemahaman produk pertanian berkembang dr pemahaman peningkatan kuantitas kpd pemahaman peningkatan kualitas & keamanan pangan.

  4. avatar

    triosetiawan menulis pada Jumat, 16 Juli 2010, 13:56

    pak ..

    ini saya mau tanya harga bibit f2 per botol brapa???

    dan harga bibit f3 per botol brapa???

    mohon di bales

    di e-mail : triosetiawn@yahoo.co.id

    atau hp 085 856 82 4321..

    trimakasih,,,,,,,,,,

Tulis Komentar Anda