Sunday, 20 May 2012
Bangkit Tani » Majalahnya Para Pemulia Dunia Pertanian

Garap Dua Pasar Sekaligus

Rabu, 27 Januari 2010, 12:33

Permintaan pasar tikus putih untuk hobi dan penelitian terus meningkat. Dibutuhkan wadah atau lembaga peternak tikus agar bisa menstabilkan harga dan menjadi media untuk menyelesaikan berbagai persoalan budidaya tikus putih.tkus1

Samson
Surabaya Mouse Service
Jl. Wedoro Masjid No.20E Waru Sidoarjo
(031) 702591100

ejauh mata memandang, kalimat itulah yang terlontar dari mulut Samson, pengelola Surabaya Mouse Service, ketika ditanya prospek budidaya tikus putih. “Selama ini, sih, penjualan kami sangat bagus. Dengan permintaan di lapangan yang terus ada. Prospek penjualan tikus putih terus terbuka lebar,” ungkapnya dengan mantap.
Tikus putih memiliki produktivitas yang lumayan tinggi. Dalam satu tahun, satu indukan dapat menghasilkan ratusan ekor anakan yang siap jual. Untuk mendongkrak percepatan produktivitas tikus putih, Samson memberlakukan empat metode yang berbeda. “Saya menerapkan empat jenis metode sederhana dalam menjalankan budidaya tikus putih.”
tkus2Pertama, metode manual. Tikus-tikus indukan ditempatkan di media yang luasnya 100 cm x 40 cm. Indukan ini berjumlah 30 ekor indukan dan 2 sampai 3 pejantan. Setelah indukan hamil, mereka lantas dipindahkan ke kadang-kandang yang sudah disediakan. Satu kandang kecil diisi oleh satu indukan.

Kedua, metode semi intensif. Metode ini biasa dipakai oleh peternak pada umumnya. Satu kandang berukuran 40 cm x 30 cm diisi 5 sampai dengan 6 indukan dan 1 pejantan. Tikus-tikus ini dibiarkan dalam tempat yang sama sampai melahirkan anak-anak tikus.
Ketiga, metode intensif. Metode ini hampir sama dengan metode kedua. Indukan ditempatkan di media ukuran 40 cm x 30 cm dengan perbandingan 4 ekor indukan dan 1 ekor jantan. Namun ada perbedaaan yang mencolok dari metode kedua. Di metode ini pejantan yang dicampur dengan indukan, dimasukkan dengan sistem rolling. Hal ini dimaksudkan agar indukan betina memiliki kemungkinan yang kecil untuk tidak dikawin.tkus3
Keempat, metode intensif plus. Metode ini memiliki kesamaan dengan metode pertama. Indukan diletakkan di media berukuran 100 cm x 40 cm dengan perbandingan 1 pejantan dan 4 indukan. Perbedaan yang mencolok dengan metode pertama adalah indukan dan pejantan mengalami proses penjemuran kurang lebih 10 menit dalam satu hari. Pejantan yang dimasukkan diberlakukan sistem rolling. Menurut Samson, metode yang paling efektif diterapkan adalah metode ketiga dan keempat. “Dengan menerapkan dua metode di atas (ketiga dan keempat) produksi anakan untuk tikus putih sangat cepat dalam berkembang biak.
Samson saat ini membudidayakan dua tipe tikus putih, jenis mencit dan rat. Dalam satu bulan, Samson beserta dengan 25 peternak lainnya di Surabaya mampu menyediakan hasil budidaya sekitar 10.000 – 30.000 tikus putih per bulan dengan omset antara Rp 70 juta hingga Rp 80 juta. “Selama ini, kami menjadi pemasok utama untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kami mampu menyediakan tikus putih sekitar 50% untuk kebutuhan di Jakarta,” tutur Samson. Pasar untuk hasil budidaya tikus putih terus me­lonjak. “Kami menggarap dua pasar sekaligus. Yaitu pasar untuk pehobi dan institusi yang membutuhkan tikus dalam kegiatan praktikum.
tkus4Samson mengungkapkan, ber­bagai permasalahan yang biasanya datang dalam budidaya tikus putih. Ia menghimbau agar para peternak tikus putih agar membuat suatu wadah, semisal koperasi atau kelompok, yang bisa mengatur harga di pasaran. “Hal ini penting agar sesama petani tidak berebut harga dan bisa bersaing secara sehat di pasaran.” Ia mencontohkan apa yang dilakukan oleh peternak tikus putih di Surabaya. “Di sini telah dibentuk suatu kelompok budidaya tikus putih yang mampu mengakomodir berbagai permasalahan tikus putih.”
Tantangan lainnya yang ada yaitu suhu. Tikus kurang bersahabat dengan suhu yang tinggi. tkus5“Bila tikus dikembangbiakkan di daerah yang memiliki suhu di atas 28 derajat Celcius, maka tikus-tikus penjatan kurang berselera untuk mengawini tikus betina. Hal ini berimbas pada penurunan produksi.” Selain suhu, pakan juga memiliki peranan penting dalam budidaya tikus putih. Kendala utama biasanya fluktuasi harga pakan. Selama ini saya beserta teman-teman menggunakan pakan buatan dan pakan alami seperti sayuran dan berbagai tumbuhan lainnya. (Iwa)

Analisa Usaha Tikus Putih

Selain permintaan yang datang dari pehobi reptil dan binatang karnivora lainnya, permintaan tikus putih juga datang dari kelompok peneliti. Menurut Samson, keuntungan yang diraih dalam usaha budidaya tikus putih berkisar antara 10% - 30%. Samson membuat simulasi perhitungan untuk budidaya tikus putih sebanyak 100 ekor indukan dengan perbandi­ngan 80 betina dan 20 jantan.

Anda dapat memberi komentar untuk artikel ini.

2 tanggapan untuk artikel “Garap Dua Pasar Sekaligus”

  1. avatar

    heri kiswanto menulis pada Selasa, 16 Februari 2010, 11:31

    salam kenal pak samson

    saya tertarik dengan budidaya tikus putih, apakah ditempat bapak menerima training budidaya tikus putih bagi pemula

    terima kasih

    salam hangat,
    Heri

  2. avatar

    Zaenal fury menulis pada Senin, 2 Agustus 2010, 21:55

    Bilamana saya punya mencit banyak , adakah anda mau menerima mencit saya kalau ya, berapa harganya

Tulis Komentar Anda