Tuesday, 22 May 2012
Bangkit Tani » Majalahnya Para Pemulia Dunia Pertanian
Tahu Bandung "Raos"

Dibutuhkan Kedelai Lokal 30 Ton per Bulan

Selasa, 17 November 2009, 11:45

Haji Dadang siap memakai kedelai lokal dengan kualitas setara dengan kedelai impor. Hasil produksi tahu dipasarkan ke berbagai pasar utama di wilayah Jabodetabek.

tahu-bandung-raosTak sia-sisa apa yang digeluti oleh Haji Dadang Sukirman selama beberapa tahun terakhir ini. Usaha dan kerja kerasnya selama ini dalam pengolahan tahu sudah memperlihatkan hasil yang memuaskan. Tahu yang diolahnya kian terkenal dengan daya jual tinggi. Kedelai yang diolah oleh Haji Dadang menjadi tahu sudah mencapai 1-1,5 ton per hari, atau setara dengan 30-45 ton kedelai per bulan diubahnya menjadi salah satu bahan makanan yang sangat familiar di Indonesia ini.

“Saya menggunakan kedelai impor dari Amerika sebagai bahan baku pembuatan tahu,” ungkap pria yang berasal dari Bandung ini. Ia menegaskan kenapa menggunakan bahan baku kedelai impor, karena kedelai impor memiliki kualitas tinggi dengan ciri-ciri bulir kedelai tampak bersih dengan warna yang terang, bulir kedelai memiliki ukuran yang besar, dan hasil yang didapatkan umumnya lebih banyak dibanding kedelai lokal. “Bila saya mtahu-bandung-raos2enggunakan kedelai lokal, hasil produksi tahu jumlahnya lebih sedikit dari kedelai impor.” Kedelai lokal, menurut Haji Dadang, memiliki ciri seperti warna tidak begitu terang, cendrung kusam. Selain itu, ukuran bulir biasanya lebih kecil dari pada kedelai impor. “Ukuran bulir inilah yang menjadi penyebab tahu yang dihasilkan berkurang,” keluhnya. Haji Dadang mene­gaskan, ia siap memakai kedelai lokal dengan catatan, kualitasnya bagus dan ketersediaan kedelai selalu ada sepanjang tahun.

Tahu Bandung “Raos” memiliki rasa yang enak. Haji Dadang memberikan bocoran dalam pengolahan tahunya. “Saya membuat tahu ini dengan proses yang alami. Pewarna yang saya gunakan, murni berasal dari pewarna alami, yaitu kunyit.” Haji Dadang sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet dalam memproduksi tahunya. “Makanya, tahu yang saya produksi umumnya lembek tidak kenyal, dan tidak tahan lama. Ciri-ciri ini adalah ciri tahu yang tidak menggunakan bahan pengawet,” ungkapnya. Berbagai resep Haji Dadang inilah yang membuat Tahu Bandung “Raos” semakin dikenal masyarakat. Saat ini, Haji Dadang sudah bisa memenuhi sebagian kebutuhan tahu di berbagai pasar di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi dan Depok. (Iwa)

PROFIL

Nama   : H. Dadang Sukirman

Pemilik Tahu Bandung “Raos”

Alamat : Kampung Paringga RT 5/3 Neglasari - Bogor

Telp.    : 0251 - 8422890

Anda dapat memberi komentar untuk artikel ini.

2 tanggapan untuk artikel “Dibutuhkan Kedelai Lokal 30 Ton per Bulan”

  1. avatar

    Tri setiawati menulis pada Jumat, 4 Desember 2009, 14:01

    Assalamua’laikum wr.wb
    Bapak, maaf mau nanya, harga untuk kedelai impor apakah lebih mahal daripada kedelai lokal? lalu bapak mendapatkan pasokan kedelai darimana? apakah jarang petani yang menanam kedelai lokal? karena kualitasnya tidak seperti kedelaI impor? apakah ada kesulitan mendapatkan pasokan kedelai?dan bagaimana harganya? kurs berpengaruh Pak?
    terima kasih

  2. avatar

    dhody menulis pada Sabtu, 3 Juli 2010, 11:31

    Hasil Panen Berkwalitas : Kandungan Nutrisi, Rasa, & Daya Simpan.

Tulis Komentar Anda