Sunday, 20 May 2012
Bangkit Tani » Majalahnya Para Pemulia Dunia Pertanian
PT. Sinar Balebat Harapan

Beragribisnis Kentang dari Hulu ke Hilir

Senin, 16 November 2009, 5:16

Di tangan Uus Kusnawan, kentang disulap menjadi dodol. Ia menyiapkan struktur dan infrastruktur untuk bertahan di agribisnis kentang di wilayah Garut.

beragribisnis-kentangKabupaten Garut merupakan salah satu sentra penghasil hortikultura di Jawa Barat. Salah satu komoditi hortikultura unggulan dari Garut adalah kentang. Komoditi ini banyak ditanam oleh petani di Kecamatan Cisurupan Garut. Adalah PT. Sinar Balebat Harapan (SBH), salah satu perusahaan agribisnis kentang terbesar di Kecamatan Cisurupan. Pemiliknya adalah Uus Kusnawan Sutarsa, MBA. Bermula dari usaha budidaya kentang yang telah dilaksanakan secara turun menurun, SBH kini telah berkembang bukan hanya pada subsektor budidaya, tetapi juga subsektor input (bibit), dan subsektor pengolahan (keripik kentang dan dodol kentang).

SBH juga memiliki jaringan pemasaran sendiri untuk produk kentangnya mulai dari bibit, kentang segar, keripik kentang, dan dodol kentang. Selain itu, SBH juga merambah pada usaha kios sarana produksi pertanian, lembaga keuangan BMT, dan sekolah SMK Agribisnis sebagai penunjang usahanya. Dengan demikian, Uus Kusnawan telah melaksanakan beragribisnis-kentang2kegiatan agribisnis kentang secara utuh, mulai dari subsektor input hingga subsektor penunjang atau dari hulu ke hilir. Usaha agribisnisnya juga bertambah lengkap dengan posisinya sebagai ketua asosiasi petani kentang Kabupaten Garut.

Kecintaan Uus Kusnawan terhadap dunia pertanian sudah ada sejak kecil karena beliau lahir di keluarga petani. Bahkan setelah bergelar Master pun beliau tetap setia dengan bertani kentang dan beberapa komoditi hortikultura lainnya. Padahal kita tahu, di Indonesia tak banyak orang berpendidikan tinggi mau terjun langsung dalam usaha pertanian. Dalam usahanya, beliau bertindak sebagai petani, pedagang, pedagang pengumpul, pengolah, dan bahkan pembina kelompok tani kentang. Pengelolaan usaha agribisnis yang terintegrasi tersebut membuat Uus dapat meminimalkan risiko, seperti kenaikan harga saprotan, kelangkaan bibit, risiko fluktuasi harga, dan sebagainya.

Uus mengaku bahwa dalam usahanya beliau menggunakan filosofi Cina bahwa agar dapat hidup sejahtera kita sebaiknya memiliki penghasilan harian, bulanan, musiman, dan tahunan sekaligus. Maka beliau membuat toko saprotan untuk penghasilan harian, beragribisnis-kentang3usaha pengolahan kentang untuk penghasilan mingguan atau bulanan, dan usaha budidaya kentang dan beberapa produk hortikultura lain untuk penghasilan musiman atau tahunan. Khusus untuk usaha pengolahan, SBH merupakan yang pertama memproduksi dodol kentang di Garut. Inovasi tersebut dilatarbelakangi oleh keinginan Uus untuk menyiasati kerugian saat bertani sekaligus memberikan nilai tambah dan mengangkat citra kentang dari kentang se­bagai sayuran menjadi produk olahan lainnya, yaitu dodol.

Dodol kentang produksi SBH cukup disukai oleh konsumen. Terbukti dari kapasitas produksinya yang semakin meningkat sejak awal produk ini dipasarkan. Saat ini kapasitas produksinya adalah 200 kg - 300 kg dodol kentang per hari, sehingga dalam satu bulan dibutuhkan 5 ton-6 ton kentang. Keunggulan produk ini adalah rasanya yang khas dan tanpa bahan pengawet. Selain dodol kentang, SBH juga memproduksi dodol sirsak dan jambu biji dengan kapasitas produksi 8 ton per bulan. Harga jual dodol SBH adalah Rp 16.000 per kilo. Saat ini dodol produksi SBH telah dipasarkan di supermarket Carrefour di Jakarta dan Ban­dung, serta di beberapa outlet oleh-oleh di Garut. (Ratna)

PROFIL

Nama : PT Sinar Balebat Harapan

Pemilik   : Uus Kusnawan Sutarsa, MBA

Telp. : 081320070005

Anda dapat memberi komentar untuk artikel ini.

Tulis Komentar Anda