Probolinggo memiliki komoditi yang khas yaitu mangga, anggur, tetapi ada yang beda dari Probolinggo saat ini. Tanaman bawang merah ternyata juga banyak diminati petani-petani di Probolinggo khususnya Desa Jorongan. Puluhan hektar lahan ditumbuhi tanaman bawang merah yang telah siap panen. Keuntungan menanam bawang merah ternyata mampu menggoda petani-petani Desa Jorongan untuk menanam bawang merah.
Miun, salah satu petani asal Desa Jorongan yang menanam atau membudidayakan bawang merah di lahan miliknya yang memiliki luas 1/4 Ha. Bermodalkan bibit yang didapatkan dari usaha pembudidayaan sendiri, Miun memulai tanam bawang. Miun menggunakan bibit bawang merah yang sudah cukup tua dan telah melalui masa penyimpanan, serta kulit umbi tidak luka. Setelah bibit siap selanjutnya adalah mengolah lahan yang akan ditanami bawang merah. Lahan diolah sedalam 30 cm lalu digemburkan dengan membuat bedengan yang memiliki lebar 90 hingga 130 cm dengan ketinggian 10 cm. Setelah itu, bedengan ditaburi pupuk kandang dan diaduk rata.
Penanaman bawang lebih baik dilakukan setelah 7 hari masa pemupukan. Pemberiaan pupuk perlu dilakukan baik sebelum tanam maupun setelah tanam. Untuk menghindari pembusukan bibit, Miun menggunakan abu dapur yang ditabur ke bedengan. Pemupukan dilakukan saat awal pengolahan tanah dan saat bawang ditanam. Pupuk yang digunakan yaitu urea, phonska, NPK, ZN, serta pemupukan dilakukan saat bawang berumur 35 hari dengan menggunakan urea.
Bawang sangat membutuhkan air, tetapi tidak berlebihan. Bawang yang berumur 10 hari lebih baik disiram 2 kali sehari saat pagi dan sore hari. Sedangkan bawang yang berumur lebih dari 10 hari lebih baik disiram sekali sehari saat pagi hari. Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman bawang juga perlu dicabut, karena gulma dapat mengganggu pertumbuhan bawang. Hama-hama yang sering menyerang bawang menurut Miun adalah Ulat daun bawang Spodoptera exigua. Sedangkan faktor alam yang paling merusak adalah angin. Menurut Miun angin yang kencang dapat merusak tanaman bawang karena daun bawang merah akan tercabut. Probolingga memang memiliki angin yang cukup kencang serta memiliki angin gending, namun hal ini tidak menjadikan halangan bagi Miun untuk menanam bawang merah.
Panen bawang merah dilakukan Miun saat bawang berumur 65-75 hari atau 2 bulan setelah tanam.
Panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman beserta daunnya dan tanah yang menempel pada umbi dibersihkan. Biarkan umbi dijemur selama beberapa jam lalu diikat dan dijemur dengan daun bawang merah berada di atas, setelah daun nampak kering maka bawang siap disimpan dan dijual. Hasil panen tanaman bawang milik Miun untuk ¼ Ha seberat 4 ton. Miun menjual bawang merahnya dengan harga Rp400 hingga Rp1.000 per kilogram, tergantung ukuran dan kualitas dari bawang merah yang dipanen. Biasanya, Miun menjualnya langsung ke tengkulak yang mendatangi rumahnya.
Keuntungan menanam bawang merah dirasakan Miun telah mampu menghidupi keluarganya, karena Miun menanam bawang merah bukan dikerjakan sendiri tetapi telah menjadi kewajiban bagi keluarga Miun termasuk anak dan istri Miun jadi usaha tanaman bawang merah telah menjadi milik keluarga besar Miun.
Profil
Miun
Desa Jorongan I blok Campuran
Probolinggo
Toyo Hartoyo menulis pada Kamis, 17 Desember 2009, 21:47
Tolong kami ingin mempelajari cara penanaman bawang daun. Mohon info yang lengkap, tentang cara-cara tersebut.Terima Kasih.
ahmad zacky zakaria menulis pada Kamis, 15 Juli 2010, 20:06
kami petani bawang merah d desa pasir kec mijen kab demak
meminta informasi harga dan pemasaran bawan merah ,karna kami merasa harga bawang merah di tempat kami d permainkan tengkulak
terima kasih