Berbagai potensi ikan laut maupun ikan air tawar dipamerkan di sini. Acara ini terdiri dari 77 stakeholder dari 33 provinsi di Indonesia.
Indonesia mempunyai potensi kekayaan laut yang melimpah. Selain kekayaan laut, potensi kekayaan air tawar juga disajikan di acara ini. Hal ini terlihat di pameran yang bertajuk Indonesia Fisheries Expo 2009 yang dilaksanakan di Assembly Hall Jakarta Convention Centre tanggal 8 - 11 Oktober 2009. Pameran yang dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Fredy Numberi, menampilkan berbagai kekayaan perikanan air laut dan air tawar di Indonesia.
Terdapat sebanyak 77 stakeholder perikanan, baik air laut maupun air tawar, yang memamerkan hasil kekayaan perikanan serta teknologi pengolahan hasil ikan. “Acara ini diadakan oleh Departemen Kelautan dan Perikanan yang bekerjasama dengan Wahyu Promocitra,” ungkap Faizal, Promotion Officer dari Wahyu Promocitra.
Pengunjung bisa menemukan semua komoditas perikanan di sini. Pameran ini berisi komoditas perikanan tangkap dan
kelautan seperti ikan laut, udang, cumi-cumi, teripang, kepiting, kerang laut, mutiara, rumput laut dan sebagainya. Komoditas perikanan budidaya seperti udang, gurame, bandeng, mujair, mas, nila, dan sebagainya. Komoditas ikan hias seperti arwana, koi, cupang, guppy, maskoki, discus dan sebagainya. Produk olahan hasil laut dan perikanan seperti ikan asin, ebi, terasi, aneka kerupuk khas dari berbagai daerah dan aneka makanan siap saji. Peralatan dan teknologi penangkapan ikan. Teknologi pengolahan dan pengemasan ikan serta pengolahan pakan dan obat-obatan ikan.
“Acara ini memang ditujukan untuk menarik investor dalam dan luar negeri.” Prospek dan peluang investasi dan bisnis sektor perikanan masih terbuka lebar di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Semisal di Papua, potensi kekayaan lautnya sangat melimpah seperti mutiara, tuna cakalang, rumput laut. Begitu pula dengan Kalimantan Barat, potensi ikan arwananya menjadi sesuatu yang istimewa. Karena ikan hias yang sudah terkenal di dunia ini memang menjadi komoditas khas dari provinsi Kalimantan Barat. (Iwa)