Tuesday, 22 May 2012
Bangkit Tani » Majalahnya Para Pemulia Dunia Pertanian

Dongkrak Kemampuan Petani Melalui GAP

Minggu, 15 November 2009, 21:05

Kekhawatiran terus merangkaknya jumlah penduduk dan semakin menyempitnya lahan garapan. Departemen Pertanian RI merangkul CorpLife Indonesia memperluas program pelatihan pertanian tepat guna. Ketahanan pangan menjadi gol utama program tersebut.

untitled-81Isu ketahanan pangan terus mendera Indonesia yang memiliki jumlah populasi penduduk cukup besar. Tercatat hingga tahun 2009 penduduk di tanah air sudah mencapai 240 juta jiwa dan akan menggelembung hingga  288 miliar di tahun 2020 mendatang.

Sementara itu, berdasarkan data Departemen Pertanian, luas lahan sawah yang ada sekitar 7,6 juta ha. Dari jumlah tersebut diprediksi akan terus menyusut setiap tahunnya. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan pestisida secara tidak bertanggung jawab.

Guna mengatasi persoalan tadi, Departemen Pertanian bekerjasama dengan LSM CropLife Indonesia yang bergerak dalam industri sains di bidang tanaman, akan meluncurkan dan memperluas program GAP (Good Agricultural Practice).

Di antaranya penerapan bioteknologi tepat guna untuk petani di seluruh Indonesia. “Seperti halnya petani di negara manapun, petani Indonesia juga menghadapi tantangan seperti pemanasan global dan penurunan luas lahan subur. untitled-811Sehingga perlu penerapan tanaman biotek dan produk pelindung tanaman untuk meningkatkan produktivitas,” ungkap Dr. Tan Siang Hee, Executive Director CorpLife Asia di sela-sela Seminar Ketahanan Pangan medio Oktober 2009 lalu.

Selain itu juga akan didukung dengan program pengelolaan sampah pestisida yang telah terpakai, sebagai pola pendidikan pemakaian pestisida yang bertanggung jawab. Termasuk menerapkan konsep “Farming First”.

sebuah inisiatif dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan dengan menggaris bawahi pemeliharaan sumber daya alam, meningkatkan berbagi pengetahuan dengan para petani, membangun akses lokal, memprioritaskan kerja penelitian dan mengupayakan akses ke pasar serta perlindungan hasil panen.

Untuk lebih menguntungkan petani dalam jangka panjang,  CorpLife Indonesia siap membantu pemerintah untuk meningkatkan hasil panen serta masalah akses teknologi dan perbaikan akses pasar. “Inovasi pertanian mutlak diperlukan sebagai solusi praktis atas permasalahan yang ada. Artinya, kunci menuju ketahanan pangan adalah membekali petani dengan sumber daya memadai guna bercocok tanam secara berkelanjutan,” tambah Dr. Tan. (Azis)

Anda dapat memberi komentar untuk artikel ini.

Tulis Komentar Anda