Wednesday, 10 March 2010
Bangkit Tani » Majalahnya Para Pemulia Dunia Pertanian

Ciptakan Sumber-sumber Ekonomi Baru di Daerah

Sabtu, 23 Januari 2010, 10:46

cipta1

Program transmigrasi harus diteruskan dengan pengembangan-pengembangan baru.

Kota Terpadu Mandiri diharapkan menjawab berbagai permasalahan pembangunan di Indonesia.

Indonesia adalah negara ke­pulauan dengan pulau Jawa yang menjadi pusat pemerintahan. Hampir semua sektor digerakkan dari pemerintahan pusat. Semuanya dikendalikan dari pusat termasuk pembangunan. Tak dipungkiri, kondisi ini menjadikan pemba­ngunan masih tersentralisasi di pulau Jawa saja. cipta2Jika dianalogikan, Indonesia ini seperti kolam ikan. Penaburan pakan hanya terpusat di satu titik. Akibatnya, ikan-ikan yang ada di dalam kolam, hampir seluruhnya, pindah ke lokasi penaburan pakan yang rutin dilakukan.

Indonesia saat ini mengalami kondisi seperti kolam yang ditaburi pakan yang terpusat di satu lokasi. Otomatis, penduduk yang berada di daerah “kering” akan pindah ke pusat peme­rintahan. Akhirnya, terjadi urbanisasi besar-besaran. Daerah-daerah yang kurang mendapatkan sentuhan pembangunan akan terus tertinggal dan tidak akan mengalami kemajuan.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah, dari tahun 1950, telah menggulirkan program transmigrasi. Program ini berupaya “menghidupkan” daerah dengan dibukanya lahan-lahan untuk pertanian dan perkebunan bagi masyarakat yang bersedia ikut program ini. Namun, program transmigrasi masih memiliki berbagai kelemahan yang menghambat pembangunan daerah. Untuk menjawab tantangan ini, Pemerintah melalui Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi menggulirkan program Kota Terpadu Mandiri (KTM). Program ini diharapkan mampu mengubah arah pemba­ngunan, kekuatan ekonomi, peme­rataan pendidikan, mempertahankan ketahanan pangan, dan berbagai sektor lainnya. Untuk mengulas masalah ini, tim majalah Bangkit Tani me­nemui Direktur Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi, Drs. Djoko Sidik Pramono, MM dan melakukan wawancara. Berikut petikan wawancaranya. (Iwa)

Apa yang dimaksud dengan Kota Terpadu Mandiri?

KTM atau Kota Terpadu Mandiri adalah kawasan transmigrasi yang pertumbuhannya dirancang menjadi Pusat Pertumbuhan melalui pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan yang mempunyai fungsi sebagai pusat kegiatan pertanian berupa pengolahan barang pertanian jadi dan setengah jadi serta kegiatan agribisnis, pusat pelayanan agroindustri khusus dan pemuliaan tanaman unggul, pusat kegiatan pendidikan dan pelatihan di sektor pertanian, industri, dan jasa, serta pusat perdagangan wilayah yang ditandai dengan adanya pasar-pasar grosir dan perguda­ngan komoditas sejenis. Perlu diperhatikan bahwa nomenklatur kota pada pengertian di atas adalah merupakan suatu visi yang ingin dicapai, sehingga yang dilaksanakan adalah bukan membangun kota an-sich melainkan membangun kondisi-kondisi yang dapat mempercepat tumbuhnya suatu kota.

Bagaimana konsep pembangunan KTM?

Kota Terpadu Mandiri yang digulirkan memiliki 44 kota di seluruh Indonesia. Generasi pertama digulirkan tahun 2007 dengan menyelesaikan 4 KTM. Tahun 2008 sejumlah 4 KTM. Sisanya, digarap tahun 2009 dan seterusnya. Setiap KTM terdiri dari 9.000 sampai 10.000 Kepala Keluarga (KK) tapi bukan berarti seluruhnya KK yang baru sama sekali melainkan sebagian termasuk masyarakat yang telah ada di wilayah tersebut. Komponen Pemukiman dalam KTM terdiri atas pemukiman penduduk yang sudah ada, pemukiman transmigrasi yang sudah diserahkan pembinaannya, lokasi-lokasi transmigrasi yang masih dibina, dan areal yang dapat direncanakan untuk permukiman transmigrasi yang baru. Satuan pengembangan dilaksanakan dalam ± 5 Satuan Kawasan Pengembangan (SKP) yang meliputi luasan 35 – 40 ribu hektar, sehingga diharapkan dapat memenuhi skala ekonomi yang feasibel untuk pengembangan investasi. Penatagunaan tanah harus memenuhi syarat clear and clean.

Apa pemikiran dasar dari KTM?

Kami melihat pembangunan di da­erah, terutama pedesaan masih tertinggal. Hal ini menyebabkan ketimpangan dengan pembangunan yang dilakukan di kota-kota besar. Otomastis arus investasi di daerah akan mengalami penghambatan. Penduduk yang ada di daerah maupun pedesaan lambat laun akan pindah ke kota, mengalami proses urbanisasi. Akibatnya, kawasan Timur Indonesia terus tertinggal.

KTM diharapkan mampu menja-wab permasalahan ini.Desentralisasi pembangunan adalah tujuan utama dari digulirkannya program KTM. Bila KTM sukses, diharapkan terjadi agro-development yang merata karena dibuka lahan-lahan pertanian baru.

KTM dibangun agar terbuka berbagai pembangunan di daerah ter­utama di sektor pertanian, transportasi, pendidikan, perekonomian, dan berbagai sektor lainnya yang merata di seluruh Indonesia. Dengan program ini, otomatis arus investasi akan mengalir ke pedesaan hingga ke pelosok negeri. Haslinya, akan tercipta sumber-sumber perekonomian baru di daerah.

cipta3

Wilayah mana saja yang menjadi target KTM?

Pembangunan KTM terdiri dari empat generasi. KTM Generasi I terdiri dari KTM Mesuji Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung, KTM Telang Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, KTM Rambutan Parir Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan, dan KTM Belitang Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan. Kota Terpadu Mandiri (KTM) Generasi II terdiri dari KTM Geregai Kabupaten Tanjung Jabung Provinsi Jambi, KTM Lunan Silaut Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat, KTM Tobadak Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, KTM Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat.

Kota Terpadu Mandiri (KTM) Generasi III terdiri dari KTM Labangka Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat, KTM Hialu Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara. Rancangan Program Kota Terpadu Mandiri Tahun 2009 dan 2010 terdiri dari KTM Mahalona, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, KTM Air Terang Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah, KTM Maloy-Kaliorang Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur, KTM Lagita Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu, KTM Pau Mandiangin Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi, KTM Subah Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat, KTM Cahaya Baru Kabupaten Batola Provinsi Kalimantan Selatan, KTM Sarudu Baras Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat, KTM Pawonsari Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo, KTM Dataran Bulan Kabupaten Tojo Una Una Provinsi Sulawesi Tengah, KTM Bungku Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah, dan KTM Salor Kabupaten Merauke Provinsi Papua.

Bagaimana dengan sumber pendanaan dari pembangunan KTM?

Pembangunan KTM memiliki tiga sumber pendanaan. 30% dana pembangunan diserap dari APBN, 30% lagi diserap dari APBD Provinsi dan Kabupaten. Sisanya, 40%, dana pembangunan diserap dari investor swasta. Jadi, semua sektor ikut terlibat dalam mensukseskan program Kota Terpadu Mandiri.

Bagaimana Majalah Bangkit Tani dapat mengambil peran dalam program KTM?

Program ini harus didukung oleh berbagai sektor yang terkait, termasuk media. KTM telah melahirkan sektor pertanian yang kompetitif. Dibutuhkan media yang mengakomodir perkembangan pertanian kita. Saya harap, Bangkit Tani mampu menjadi media yang relevan untuk menginformasikan perkembangan pertanian di Indonesia. (**)

cipta4

Anda dapat memberi komentar untuk artikel ini.

Tulis Komentar Anda