Tuesday, 22 May 2012
Bangkit Tani » Majalahnya Para Pemulia Dunia Pertanian

Lestarikan Pestisida Alami

Minggu, 15 November 2009, 22:31

lestarikan-pestisida-alamiTuhan menciptakan segala sesuatu sesuai dengan perannya masing-masing. Misalkan, hewan kecil seperti bakteri, diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk pengurai bangkai. Merekalah yang membusukkan bangkai tersebut agar tidak menjadi penyakit bagi makhluk hidup lainnya. Begitu pula dengan berbagai makhluk hidup lainnya seperti binatang, tumbuhan hingga makhluk kecil yang tidak bisa dilihat secara kasat mata.

Mereka saling berhubungan dan memiliki keterkaitan. Mereka saling berhubungan dan menjalin hubungan mutualisme. Bagaimana makhluk-makhluk hidup tersebut berhubungan dengan manusia? Makhluk-makhluk hidup ini tidak bisa melepaskan hubungan dengan manusia. Begitu pula sebaliknya, manusia sangat membutuhkan berbagai makhluk hidup untuk menjaga keseimbangan alam. Contoh nyata, sejak dulu, manusia umumnya memiliki mata pencaharian sebagai pe­tani, manusia yang hi­dup di manapun, tak terkecuali di Indonesia. Petani memiliki hubungan mutualisme dengan berbagai makhluk hidup, terutama hewan, yang berfungsi sebagai pestisida alami.

Hewan seperti Kukang atau Kuskus adalah salah satu pestisida alami yang disediakan oleh alam. “Kukang merupakan pengendali hama seperti belalang, ulat dan berbagai serangga yang menjadi hama pertanian lainnya,” terang Nono Suyatno dari International Animal Rescue di Ciapus Bogor. Selain Kukang, hewan pengendali hama lainnya adalah Elang. Jenis unggas ini merupakan binatang yang berada di puncak tertinggi dari rantai makanan. Elang berfungsi sebagai pengendali hama tikus yang efektif.lestarikan-pestisida-alami2

Keberadaan kedua jenis binatang ini sekarang semakin langka. Manusia melakukan perburuan liar, perdagangan liar dan pemanfaatan binatang-binatang tersebut secara ilegal. Kuskus atau Kukang, oleh manusia, dijadikan sebagai hewan peliharaan. Selain itu, Kukang juga diburu untuk dijadikan obat-obatan tradisional. Sedangkan, untuk bulu Kukang biasanya digunakan sebagai hiasan karena memiliki tekstur bulu lembut dan indah. Tak jauh beda dengan Kukang, Elang juga diburu dan diperjualbelikan untuk dijadikan hewan peliharaan.

Hal ini berakibat hama tak terkendali, karena pembasmi hama alamiah semakin berkurang. Para petani malah menggunakan pestisida yang membahayakan kelangsungan makhluk hidup bahkan manusia dalam mengendalikan hama. Oleh karena itu, diperlukan kearifan dan kebijaksanaan manusia dalam mempertahankan keseimbangan kehidupan. Manusia hendaknya tidak memutus suatu rangkaian jalinan kehidupan yang sudah diciptakan. Tuhan tidak semata-mata menciptakan segala sesuatu tanpa fungsi dan kegunaan. Bila manusia mengingkarinya, niscaya keseimbangan kehidupan di bumi akan terganggu. Hal ini mengakibatkan berbagai bencana yang merugikan manusia itu sendiri. Masihkah kita mencintai bumi tempat kita berpijak dan menjalankan kehidupan ini? Jika ya, mari jaga kelestarian berbagai makhluk hidup yang ada di bumi ini. (Iwa)

lestarikan-pestisida-alami3

PROFIL

Nama   : Nono Suyatno. SE

International Animal Rescue

Indonesia (IAR)

Alamat            : Jl. Curug Nangka

Kec. Taman Sari - Kab. Bogor

Telp.    : (0251) 8389232

Anda dapat memberi komentar untuk artikel ini.

1 tanggapan untuk artikel “Lestarikan Pestisida Alami”

  1. avatar

    Doni I Gunawan menulis pada Senin, 4 Januari 2010, 15:54

    Seperti kita ketahui bersama sudah banyak sekali himbauan dari para ahli yang peduli lingkungan, demikian pula artikel artikel yang menyatakan bahwa racun racun pestisida itu justeru membunuh predator, merusak ekosisistim, menimbulkan ledakan hama pengganggu, membahayakan kesehatan masyarakat,tetapi tetap saja bisnis ini sangat marak dan pemakainnya malah meningkat dari waktu ke waktu. Jadi di sini perlu kebijakan tegas dari pihak pihak terkait. Masalahnya apakah kita mau kehilangan ladang penghasilan cukup besar dengan mengungkapkan fakta kebenaran yang ada untuk menyelamatkan lingkungan kita ???? itu menjadi tanda tanya sangat besar untuk kita semua, bukan ??

Tulis Komentar Anda