Desa Glagahagung merupakan salah satu desa di Banyuwangi yang sebagaian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Baik petani ternak maupun petani lahan, menurut Kades Glagahagung Drs. H. Suprayogin (Hp. 081336391506) populasi ternak sapi di Desa Glagahagung mencapai sekitar 500 ekor dan populasi ternak kambing kurang lebih mencapai 1.000 ekor. Sedangkan komoditi pertanian di Desa Glagahagung adalah kedelai, padi, jagung, cabai, jeruk dan buah naga dengan luas areal sawah 780 ha (teknis), lahan tegal seluas 113 ha dan hutan seluas 500 ha.
Sungguh hal yang sangat membanggakan hati ketika Desa Glagahagung mempersembahkan prestasi yang gemilang
membawa nama baik Provinsi dan Kabupaten juga desanya sendiri ketika salah satu kelompok taninya yaitu Kelompok Tani “KARYA BAKTI” Dusun Jatirejo, Desa Glagahagung menjuarai lomba intesifikasi kedelai tingkat Provinsi MT 2008 dan sebagai perwakilan Provinsi Jawa Timur pada Lomba Intensifikasi Kedelai Tingkat Nasional tahun 2008. Atas prestasinya tersebut Desa Glagahagung mendapatkan penghargaan yang diserahkan langsung oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada perwakilannya yang hadir bertempat di Istana Negara.
Petani di Desa Glagahagung memang patut mendapatkan acungan jempol karena para petaninya pola pikirnya lebih maju yaitu mengarah ke agribisnis. Itulah mengapa Desa Glagahagung ini menjadi perwakilan Provinsi Jawa Timur pada lomba intensifikasi kedelai tingkat Nasional tahun 2008. Pada proses produksi kedelai telah menerapkan unsur paket teknologi budidaya kedelai di antaranya: penggunaan benih berlabel, pemupukan berimbang, penggunaan pupuk organik, penggunaan sistim tanam tugal, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu dan pengolahan pasca panen dengan menggunakan unsur paket teknologi budidaya kedelai tersebut sehingga dapat dicapai rata-rata produksi kedelai mencapai 2,4 ton/ ha, limbah dari pohon kedelai total dijadikan pakan ternak yang sangat diidolakan.
Saat ini banyak inovasi-inovasi yang dilakukan oleh anggota Kelompok Tani Karya Bakti dan para petani di Glagahagung guna merintis menuju pertanian berkelanjutan dengan membuat pupuk organik dari limbah ternak yang dimiliki agar tidak lagi ketergantungan pada pemakaian pupuk kimia.
Hal ini harusnya mendapatkan sambutan hangat dari pihak pemerintah berupa bantuan ternak sarana pencacah pakan yang sangat dibutuhkan oleh para petani, tapi sayangnya sampai dengan sekarang impian itu belum terwujud juga padahal sudah diajukan cukup lama.
Kades Glagahagung menanggapi Majalah Bangkit Tani sangat positif bahkan terkesan iri karena mengetahui para petani di kabupaten lain dapat langganan gratis Majalah Bangkit Tani yang disalurkan oleh pihak Pemerintah Daerah padahal desa yang dipimpinnya telah mengharumkan nama Kabupaten Banyuwangi agar para petani dapat belajar dan menambah ilmu di bidang pertanian serta mengetahui perkembangan dunia pertanian secara luas guna meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian khususnya kedelai. (Yandhi)